Pencemaran Kali Wangi, DLH Turunkan Tim untuk Inspeksi Sungai

PANDAAN, Radar BromoDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menindaklanjuti pencemaran Kali Wangi. DLH menurunkan tim untuk inspeksi di sungai yang tercemar.

Tim menurut Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi, sebenarnya turun ke lapangan sudah lama. Bahkan, sebelum demo warga Desa Baujeng dilakukan.

“Untuk pencemaran Kali Wangi yang dikeluhkan masyarakat, tetap menjadi atensi kami. Sudah ada tim yang turun ke lapangan. Bahkan, sebelum demo warga di Desa Baujeng itu,” terangnya kemarin (10/10).

Inspeksi menurutnya, dilakukan ke seluruh aspek pengelolaan lingkungan dalam pengelolaan limbah cair pabrik atau industri. Juga dilakukan survei untuk mengecek pengelolaan IPAL di perusahaan.

Inspeksi dan pengecekan ini, dilakukan ke 10 pabrik yang ada di hulu sungai Kali Wangi. Mulai di Desa Kemirisewu, Sumberejo, dan Nogosari, Kecamatan Pandaan.

Tim menurut Indra, juga mengambil sampling air sungai di sejumlah titik. Tujuannya, untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi.

“Kesimpulannya bagaimana, belum bisa dilakukan. Sebab, inspeksi masih berjalan. Terlalu dini untuk menyimpulkan sekarang. Pastinya ada sekitar 10 pabrik yang kami datangi untuk diinspeksi. Termasuk PT CS2 Pola Sehat dan lainnya,” lanjutnya.

Selanjutnya, hasil inspeksi akan dievaluasi untuk mengetahui kesimpulannya. Baru kemudian dikeluarkan rekomendasi penegakan hukumnya dengan mengacu pada Perda 8/2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Juga UU 32/2009 tentang Lingkungan Hidup.

“Jika tahapan ini selesai, berikutnya masuk wilayah penegakan hukum di bidang penataan DLH Kabupaten Pasuruan. Di sini nanti, ada sanksi yang diberikan bagi perusahaan yang limbahnya mencemari Kali Wangi,” jelasnya.

Sementara itu, ratusan karyawan yang berstatus harian lepas diliburkan sejak Selasa (8/10) oleh PT CS2 Pola Sehat. Hal ini disampaikan Kusuma, mewakili manajemen PT CS2 Pola Sehat.

Karyawan itu diliburkan pascaaksi demo warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji. Mereka diliburkan karena perusahaan berusaha memenuhi poin yang disepakati warga dan perusahaan.

Saat itu menurutnya ada lima poin kesepakatan antara warga dan perusahaan. Salah satunya, perusahaan tidak boleh membuang limbang cair ke sungai Wangi.

Lalu, PT CS2 Pola Sehat selama satu bulan tidak boleh membuang limbah cair ke Kali Wangi. Terhitung sejak kesepakatan itu dibuat.

Kesepakatan itu membuat pihaknya tidak bisa melakukan proses produksi. Sebab, saat produksi dilakukan, pasti perusahaan menghasilkan limbah. Dan saat limbah dihasilnya, pembuangannya dilakukan ke Sungai Wangi.

“Perusahaan tidak boleh membuang limbah cair yang sudah diproses melalui IPAL ke sungai Wangi di depan pabrik. Padahal pada izin IPLC, menyebutkan pembuangan limbah cair hasil akhir proses IPAL dialirkan ke Sungai Wangi,” ujarnya.

Kapan ratusan karyawan itu bisa masuk, Kusuma tidak bisa memastikan. “Belum tahu sampai kapan. Tunggu keputusan dari manajemen,” katanya. (zal/hn)