Kisruh, Stop Pertandingan Tarik Tambang di Brabe Maron

MARON, Radar BromoKerusuhan usai pertandingan tarik tambang di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, masih terus diselidiki polisi. Sampai Kamis (10/10), penyidik Polres Probolinggo telah memeriksa 8 saksi. Tujuannya, mengungkap para penyerang warga Desa Roto, Kecamatan Krucil.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, proses penyelidikan masih terus dilakukan dan belum mengerucut pada tersangka. “Saat ini sudah kami periksa 8 saksi dalam peristiwa ini. Masih terus kami dalami, namun masih belum mengarah pada tersangka,” ujarnya di Mapoles Probolinggo, kemarin.

Selasa (9/10), perlombaan tarik tambang antara tuan rumah Desa Brabe, Kecamatan Maron melawan Desa Roto, Kecamatan Krucil. Lomba yang digelar di Desa Brabe itu berakhir ricuh. Warga Desa Roto yang hendak pulang setelah memenangkan pelombaan dihujani batu. Ada dua korban jiwa yang mengalami luka di bagian kepala.

Kericuhan terjadi tekitar pukul 23.30. Semula pertandingan berjalan baik. Namun, ketika tim dan Desa Roto memenangkan perlombaan suasana mulai terlihat tidak kondusif.

Setelah lomba usai, tim dan pendukung dari Desa Roto hendak pulang. Mereka mengendarai truk. Namun, sekitar 200 meter dari tempat pertandingan, truk yang mereka tumpangi dihujani batu oleh orang yang tidak dikenal.

Dari peristiwa itu, dua korban terluka di bagian kepala. Yakni, Didik Budianto, 27 dan Asmad, 48. Mereka sama-sama warga Desa Roto. Didik terluka di pipi kanan, sedangkan Asmad mengalami luka di bagian dagu.

Kapolsek Maron AKP Sugeng Supriyanto mengatakan penyerangan ini diduga dilakukan suporter yang tidak terima timnya kalah. Karenanya, mereka melempar batu kepada tim pemenang yang sedang menaiki truk.

“Kemungkinan ini ulah dari suporter yang tidak terima timnya kalah. Korban yang  terluka langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.

Pasca kejadian itu, kata Sugeng, sebanyak 8 pertandingan yang tersisa diberhentikan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek Krucil mengimbau dan menjaga agar suasana dua desa menjadi kondusif.

“Kami berkoordinasi dengan Polsek Krucil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena peristiwa ini melibatkan dua kecamatan, maka kami serahkan ke Polres Probolinggo,” ujarnya. Terkait kelanjutan pertandingan lomba tarik tambang, Sugeng mengaku masih menunggu suasana kondusif. (ar/rud)