Dua Pekan Krisis Air, PDAM Suplai Air Warga Liprak Kidul

BANYUANYAR, Radar BromoSetelah dua minggu pasokan air dari PDAM Kabupaten Probolinggo macet, warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, mendapatkan suplai air bersih dari PDAM. Kemarin, pengiriman air dilakukan petugas PDAM ke Dusun Darungan, Desa Liprak Kidul.

Kepala PDAM Unit Banyuanyar Markus Patingtingan mengatakan di Dusun Darungan ada 180 kepala keluarga pengguna jasa PDAM. Pengiriman air dilakukan menggunakan truk tangki berkapasitas 4.000 liter. Kemudian, disalin ke jeriken yang sudah disiapkan warga.

“Kami mengirim secara bertahap, setiap hari satu dusun. Setiap dusun yang melaporkan krisis air segera kami kirimi. Besok rencananya kami akan mengirim ke Dusun Arcaan. Di sana, ada 240 kepala keluarga pengguna  jasa PDAM,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mengirim air bersih di Dusun Krajan. Di dusun ini ada 240 kepala keluarga yang menjadi pengguna jasa PDAM. Menurutnya, pengiriman air bersih akan dilakukan jika ada pengguna yang melapor terkait tehambatnya saluran air.

“Jika ada dusun yang mengalami krisis air, silakan segera laporkan. Namun, kami memprioritaskan pengiriman air secara masal, tidak untuk perorangan yang disimpan dalam satu tendon. Karena kebutuhan air bersih ini untuk bersama,” jelasnya.

Markus menyampaikan, macetnya distribusi air dari PDAM terjadi karena beberapa kendala. Salah satunya padamnya listrik di Kecamatan Tiris, perusakan pipa yang dilakukan dengan sengaja oleh warga, dan gejala alam.

“Saat untuk menyalurkan air masih menggunakan sistem perpompaan yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Satu kali pengisian untuk menyalurkan air butuh 4-5 jam. Jadi, bisa dibayangkan ketika terjadi pemandaman, distribusi air pasti terganggu,” ujarnya.

Perusakan pipa air juga sering dilakukan warga. Baik dengan memukul saluran pipa hingga pecah maupun melubangi bagian pipa dengan bor. “Perusakan pipa sering terjadi. Kami sudah beberapa kali melaporkan perusakan pipa kepada pihak berwajib, namun belum ditemukan pelakunya,” ujarnya.

Penyebab lain, saat kemarau debit air menurun. padahal, pemakainya lebih banyak karena suhu panas. “Kami akan berbuat sebaik mungkin untuk melayani masyarakat. Namun, kami juga minta tolong agar masyarakat juga ikut menjaga agar apa yang menjadi haknya bisa didapat secara maksimal,” ujarnya. (ar/rud)