Diterpa Angin Kencang, Rumah Janda Asal Pakuniran Roboh

RATA: Rumah Siti Khotijah, warga Dusun Bayur Desa/Kecamatan Pakuniran, rata dengan tanah setelah diterpa angin. Serta, anggota Polsek dan Koramil Pakuniran membantu membersihkan puing-puing rumah. (Polsek Pakuniran for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAKUNIRAN, Radar BromoKencangnya angin di wilayah Kabupaten Probolinggo, membawa bencana. Kamis (10/10), rumah Siti Khotijah, 45, warga Dusun Bayur Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, roboh setelah dihantam angin kencang.

Syukur, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Karena robohnya rumah setengah jadi ini, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.

Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu korban sedang menjajakan sayuran dengan keliling desa. Korban mengetahui rumahnya roboh ketika sudah pulang.

“Saat itu kondisi angin sangat kencang. Kondisi rumah ini memang belum ada dindingnya. Hanya berupa tiang dan atap dari kayu. Secara konstruksi memang lebih berat bagian atas, sehingga ketika angin menghantam dengan kencang, tiang penyangga tidak kuat menahan beban atap,” ujarnya.

Menurutnya, korban merupakan seorang janda beranak dua. Selama ini, karena rumahnya belum jadi, korban tinggal bersama mertuanya. Rumah mertuanya tidak jauh dari rumah korban yang roboh.

Saat rumah semipermanen itu roboh, tidak ada orang di sana. Pascarobohnya rumah itu, anggota Polsek Pakuniran dan Koramil Pakuniran beserta warga bahu-membahu membersihkan puing dan mengumpulkan sisa material yang masih bisa digunakan.

“Kami bahu-membahu membersihkan puing dan material bangunan yang masih bisa digunakan agar bisa dimanfaatkan lagi. Kami juga mendapat informasi, Ibu Khotijah memang mengalami sedikit kesulitan ekonomi. Karena itu, kami upayakan agar mendapatkan bantuan untuk merenovasi rumahnya agar lebih layak,” ujarnya. (ar/rud)