Direkonstruksi, Sales Motor asal Prigen Dikepruk Dongkrak-Leher Dijerat

BANGIL, Radar Bromo – Sebelum tewas, Ribut Setiawan, 32, dikeroyok oleh empat pelaku di dalam mobil. Sales marketing motor asal Kecamatan Prigen itu dipukul menggunakan tangan kosong dan dongkrak mobil. Sebelum akhirnya lehernya dijerat dengan tali.

Pengeroyokan itu diperagakan saat rekonstruksi dugaan pembunuhan tersebut oleh penyidik Polres Pasuruan, Kamis (10/10). Rekonstruksi digelar di halaman Satreskrim Polres Pasuruan. Tiga tersangka yang tersangkut kasus pembunuhan ini, dihadirkan.

Mereka adalah Jumadi, Sugiyanto, dan Hariyanto. Sementara, empat tersangka lain yang masih buron yakni F, S, R, dan A, diperankan pihak kepolisian.

Dalam rekonstruksi itu, ada 72 adegan yang diperagakan. Dimulai saat S berniat menggadaikan motor Vixionnya. Ia bertemu dengan saksi Ayu dan Koko. Kemudian S menggadaikan motor tersebut ke Duladi, sebesar Rp 3,5 juta.

Uang tersebut kemudian diserahkan oleh S kepada Ayu untuk menebus HP yang digadaikannya. Hingga sore harinya, pada adegan keenam, S menelpon Jumadi dan menceritakan masalah gadai motor tersebut.

Mereka kemudian berinisiatif untuk menebus motor itu ke Duladi. Namun, saat ke rumah Duladi, sepeda motor dan Duladi tidak ada di rumah. Mereka ditemui anak dari Duladi, yakni Sugianto alias TO.

S yang merasa ditipu oleh Ayu, meminta pada TO agar motornya dikembalikan. Namun, TO tidak bisa memberikan karena harus menebus Rp 3,5 juta. Lantaran tidak membawa uang, S dan rekannya memilih pulang untuk mencari uang.

REKONSTRUKSI: Polisi saat menggelar rekonstruksi pembunuhan Ribut Setiawan, Kamis (10/10). (Foto: Iwan Andrik/ Radar Bromo)

Hingga adegan ke-26, S menghubungi Jumadi dan mengatakan uangnya sudah ada. Dari situ, S, Jumadi, Hariyanto, Sugiyanto, R, F, dan A menuju Gamo, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen untuk menebus motor tersebut.

Mereka mengendari mobil Kijang nopol N 1249 DS. Dalam perjalanan, S menghubungi korban Ribut. S minta korban mengantar ke rumah Duladi.

Pada adegan ke-32, mereka bertemu dengan korban yang sudah menunggu di rumah Duladi. Transaksi penebusan berhasil. Namun, hal itu tak membuat puas S.

Ia kemudian meminta korban untuk mengantar ke rumah Ayu. Namun, karena tidak tahu, korban kemudian mengajak ke indekos saksi Edi untuk mencari informasi rumah Ayu.

Sesampainya di indekos Edi, mereka menanyakan rumah Ayu. Setelah Edi masuk indekos, para pelaku kemudian menyandera korban.

Jumadi menarik tangan korban. Sementara S, mendorong korban masuk mobil. Di adegan ke-45 itulah pemukulan terjadi.

Di adegan ke-49, Sugiyanto memukuli kepala korban. Jumadi juga ikut memukul korban. Tersangka A dan R juga memukul korban berkali-kali.

Bahkan, R mengambil dongkrak dan mengeprukkan dongkrak itu ke badan korban. Sementara A mengambil tampar untuk menjerat leher korban. Dan Jumadi, juga mengeprukkan dongkrak ke korban.

Total, korban dikeroyok empat pelaku. Korban sampai lemas dan meninggal dunia. Para pelaku kemudian membuang korban ke Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan.

Kanitbuser Polres Pasuruan Iptu Maryana menyampaikan, rekonstruksi itu dilakukan untuk mengetahui secara runtut kejadian pembunuhan tersebut. “Kasus pembunuhannya biar jelas,” jelasnya.

Setidaknya ada 72 adegan diperagakan. Di mana, ada sembilan adegan yang merupakan adegan pokok dalam pembunuhan tersebut. “Adegannya mulai pertemuan hingga pembunuhan korban serta saat mobil disembunyikan,” ulasnya.

Dalam rekonstruksi itu, para tersangka didampingi Elisa selaku penasihat hukum. Elisa menyampaikan, pendampingan itu diberikan untuk memastikan peran masing-masing tersangka.

“Jangan sampai ada yang salah sehingga memberatkan tersangka lain. Makanya, pendampingan ini kami berikan,” pungkasnya. (one/hn)