Begini saat Wali Kota Hadi Tinjau Warganya di Wamena lewat VC

PEDULI: Siti Muriana didampingi Wali Kota Hadi Zainal Abidin, menangis ketika berkomunikasi dengan anaknya, Antonius Ven Waren yang berada di Wamena melalui video call, Kamis (10/10) di command center Pemkot Probolinggo. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar BromoMole, mole. Mole de’nak lah le. Mole kadek. (Pulang, pulang. Pulang ke sini (Kota Probolinggo), Nak. Pulang dulu, Nak).”

Kalimat diungkapkan Siti Muriana, 63, ketika melihat anaknya Antonius Ven Waren, 28, melalui video call, Kamis (10/10). Sudah sekitar 2 tahun mereka tak bertemu. Sebab, Antonius merantau ke Wamena.

Kamis (10/10), warga Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu dapat bertatap muka melalui sambungan seluler video call (VC) di Command Center Pemkot Probolinggo. Dia didampingi Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Dalam kesempatan itu, Siti berkali-kali meminta anaknya pulang.

Siti meminta Antoni supaya segera pulang dari Wamena. Mendapati itu, Antoni mengaku memang ingin pulang. Selain karena ingin pulang pasca adanya konflik, Antoni juga ingin mengamini keinginan ibunya. “Saya ada di penampungan sekarang. Saya pulang dengan 6 orang lainnya menggunakan kapal,” ujarnya.

Saat meletusnya kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, Siti mengaku waswas. Dia teringat dua keluarganya yang merantau ke sana. “Anak saya Antoni dan keponakan, Andy Muryanto ada di Wamena. Waktu meletus kerusuhan, saya kepikiran sama mereka sampai tidak bisa makan,” ujarnya.

Ia mengaku bersyukur anaknya bersedia pulang. Tidak masalah jika perlu waktu lama, mengingat kepulangan mereka akan dilakukan melalui jalur laut.

Berbeda dengan Muhdor, juga warga Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Dia mengaku memilih akan bertahan di Wamena. “Saya tetap bertahan di sini, tapi sekarang masih belum berani beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Muhdor tinggal di Wamena bersama istri dan adiknya. Namun, sang adik merupakan warga Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Dalam komunikasi melalui video call, Hadi meminta warga Kota Probolinggo yang masih tinggal di Wamena berhati-hati. Serta, meminta tinggal di tempat yang relatif aman. “Kalau di sana (Wamena), tetap harus berhati-hati. Tinggal di tempat yang aman seperti Mapolres dan Makodim. Jangan ke tempat-tempat yang rawan,” ujarnya, mengingatkan.

Hadi juga meminta sejumlah warga yang berhasil dihubungi jika menemui warga asal Kota Probolinggo, diminta menghubungi Pemkot Probolinggo. “Saat ini kami masih mendata warga Kota Probolinggo yang ada di Wamena,” ujarnya. (put/rud)