Tersisa Rehab 22 Rehab RTLH di Kabupaten Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan rumah warga yang mendapat bantuan rehab dari pemerintah daerah, belum rampung sepenuhnya. Dana swadaya yang habis, menjadi salah satu kendala yang menghambat proses pengerjaan rumah tidak layak huni (RTLH) tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto, sebanyak 1.890 unit rumah bakal dibenahi melalui APBD induk tahun ini. Dari jumlah itu, sebagian besar sudah rampung dikerjakan. Hanya menyisakan beberapa rumah yang masih dalam proses pelaksanaan. “Hampir semuanya sudah direhab,” kata Hari.

Ia merincikan, total RTLH yang rampung digarap mencapai 1.868 unit RTLH. Ribuan rumah tersebut, 100 persen diselesaikan. Tinggal 22 unit RTLH yang masih dalam proses pengerjaan.

Sebagian, progresnya ada yang mencapai 40 persen. Namun, ada pula yang sudah 90 persen. “Kalau dirata-rata secara keseluruhan, sudah di atas 85 persen rumah yang diselesaikan,” tambahnya.

Pihaknya menambahkan, rumah-rumah yang belum sepenuhnya dirampungkan itu karena beberapa faktor. Salah satunya, dana swadaya masyarakat yang tidak men-support untuk memenuhi dalam menyelesaikan rumah itu.

“Program RTLH ini merupakan stimulan untuk mendorong gotong royong di masyarakat. Karena itu, selain support dari Pemkab, juga ada swadaya. Nah, hal inilah yang membuat beberapa rumah itu belum sepenuhnya rampung,” imbuhnya.

Kendati begitu, pihaknya terus mendorong agar pengerjaan RTLH itu rampung menyeluruh. Setidaknya, Desember 2019 pembangunan rumah-rumah tersebut selesai seluruhnya. (one/mie)