Sambut Hari Santri, Pemkot Probolinggo Instruksikan Pegawai Pakai Sarung

KANIGARAN, Radar Bromo – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2019, juga menjadi perhatian Pemkot Probolinggo. Karenanya, Pemkot menginstruksikan para pegawainya untuk ikut memeriahkannya.

Salah satu caranya, meminta para pegawai laki-laki untuk menggunakan sarung, baju koko, dan berpeci. Bagi pegawai perempuan diminta memakai baju muslimah. Pakaian ini digunakan pada Senin-Selasa 21-22 Oktober 2019.

Adanya instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) bernomor 003.2/3152/425.013/2019 tentang HSN di lingkungan Pemkot Probolinggo. SE itu ditandatangani oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pada 7 Oktober 2019.

Kepala Bagian Kesra Pemkot Probolinggo Chairul Anam mengatakan SE itu berdasarkan masukan dari komunitas muslim Kota Probolinggo. “Wali Kota kemudian menghendakinya dengan mengeluarkan surat edaran (SE) tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pakaian itu sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, bukan hanya santri. “Karena sebenarnya hari santri adalah hari ulama, jadi menghormati santri sama dengan menghormati para ulama,” ujarnya.

Chairul Anam mengatakan SE ini tidak hanya ditujukan bagi pegawai di lingkungan Pemkot. Namun, juga untuk instansi vertikal dan swasta. Selain itu, kata Chairul, juga ada sejumlah kegiatan yang digelar sepekan menjelang HSN pada 22 Oktober 2019. (rpd/rud)