Komunitas Peduli Satwa Liar Probolinggo Kecam Aksi Penembakan Burung

DILINDUNGI: Sejumlah burung jenis raja udang ditemukan mati tertembak dan terikat di kawasan Konservasi Mangrove Wonorejo, Surabaya, Minggu (6/10). (Komunitas Pecinta Satwa Liar)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya perburuan terhadap satwa liar jenis burung raja udang di kawasan Konservasi Mangrove Wonorejo, Surabaya, Minggu (6/10), mendapat perhatian banyak pihak. Termasuk dari komunitas peduli satwa liar Probolinggo (5:am_wildlifephotography dan Perisai).

Bahkan, para aktivis peduli satwa liar Surabaya, berupaya mengusut dan meperkarakan pelaku. Salah satunya seperti diutarakan aktivis dari Wildlife Photography Surabaya (WPS). Mereka menemukan lima bangkai burung dilindungi jenis raja udang. Terdiri atas empat ekor burung raja udang biru dan seekor burung cekakak suci dengan lubang luka tembakan senapan di tubuhnya.

Aktivis WPS Agus Azhari dalam akun media sosialnya mengungkapkan kesedihannya melihat adanya unsur kesengajaan dan kejanggalan. Lima bangkai burung mungil itu ditemukan dalam kondisi diikat sedemikian rupa dan digantung di sebuah pohon mangrove.

Terkait dengan kejanggalan itu, Ketua 5:am_wildlifephotography Probolinggo Djoko Prasetio menduga, ada oknum tertentu yang tidak menerima atas kampanye yang sering dilakukan aktivis peduli satwa liar. Kampanye ini untuk mengkritisi maraknya aksi perburuan satwa liar dilindungi di berbagai daerah yang kerap menggunakan senapan angin.

“Apabila teror semacam ini dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dari pihak yang berwajib. Dikhawatirkan hal ini juga terjadi di daerah lain. Kami tidak ingin peristiwa memilukan ini juga terjadi di daerah Probolinggo,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Ketua Komunitas Pelindung Rimba dan Satwa Liar (Perisai) Probolinggo Zainal Abidin Fadila. Ia mengaku sangat menyayangkan ada kejadian tersebut. Pihaknya mengaku mendukung WPS yang sedang berupaya mengusut dan memperkarakan masalah ini.

“Kami dari Probolinggo menyatakan mengutuk tindakan teror kepada satwa liar yang dilakukan oknum tertentu. Meminta oknum tersebut menghentikan aksi-aksi intimidasi terhadap aktivis peduli satwa liar. Mendukung para aktivis WPS dan penegak hukum mengusut dan melacak oknum pemburu yang sengaja menyebabkan matinya lima ekor burung dilindungi itu,” ujarnya. (sid/rud)