Siap-Siap, Minyak Goreng Curah Dilarang 1 Januari 2020

SEMPAT DITUNDA: Salah satu penjual minyak goreng curah di Kota Probolinggo. Mulai 1 Januari 2020, Kementerian Perdagangan melarang penggunaan minyak goreng curah demi alasan kesehatan. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Larangan penggunaan minyak goreng curah oleh Kementerian Perdagangan akan efektif diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Bahkan, daerah telah mendapatkan surat edaran mengenai larangan penggunaan minyak goreng curah.

“Memang ada program tersebut (larangan menggunakan minyak goreng curah). Program ini namanya Minyak Goreng Wajib Kemas,” ujar Subagyo, kepala Bidang Perdagangan di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo, kemarin (8/10).

Melalui program ini, menurut Subagyo, pemerintah ingin masyarakat beralih menggunakan minyak goreng kemasan. “Selain lebih higienis, sehat, juga terjamin mutu dan keamanannya. Ini kami melakukan sosialisasi kepada konsumen untuk beralih menggunakan minyak goreng kemasan,” ujarnya.

Subagyo menjelaskan, sebenarnya larangan penggunaan minyak goreng curah telah lama diatur Kementerian Perdagangan. Pada tahun 2014, Menteri Perdagangan saat itu mengeluarkan Permendag Nomor 80/2014 tentang Minyak Goreng Wajib Kemasan.

Peraturan ini melarang penggunaan minyak goreng curah dengan alasan kesehatan. Permendag ini diberlakukan pada 27 Maret 2015. Kemudian diundur pada 1 April 2017 dan diundur kembali sampai 1 Januari 2020.

Dengan program ini, menurut Subagyo, pedagang makanan juga harus mulai menggunakan minyak goreng kemasan. Sementara saat ini, mereka biasanya menggunakan minyak goreng curah.

“Ya kalau wajib pakai minyak goreng kemasan ya harus ikut. Tapi memang harganya lebih mahal dibandingkan minyak goreng curah,” ujar Sulisyani, 45, warga Kelurahan Kedopok yang sehari-hari berjualan gorengan.

Sulis –sapaan Sulisyani- menjelaskan, setiap hari dirinya bisa menghabiskan 6 liter minyak goreng curah untuk menjual berbagai macam gorengan. Dengan harga minyak goreng curah Rp 9.000 per liter, dia menghabiskan Rp 54 ribu untuk 1 kali berjualan.

“Kalau pakai minyak kemasan seperti Bimoli, 2 liter harganya Rp 25 ribu. Kalau 6 liter butuh Rp 75 ribu buat satu kali jualan. Modalnya nambah,” ujarnya.

Namun, Sulis mengaku tidak berencana untuk menaikkan harga jualan gorengannya. Harga jualnya saat ini Rp 1.000 per satu buah gorengan.

“Kalau dinaikkan malah ndak laku. Sekarang yang jual gorengan sudah banyak,” ujarnya. (put/hn)