Pemkab Probolinggo Mulai Susun Anggarkan Pilkada 2023

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pilkada terakhir di Kabupaten Probolinggo baru digelar setahun lalu. Tepatnya tahun 2018. Namun, tahun depan Pemkab Probolinggo mulai menganggarkan dana cadangan Pilkada tahun 2023.

Bukannya tanpa alasan tentu saja. Dana Pilkada 2023 sengaja mulai dianggarkan tahun 2020. Sebab, jumlah anggaran untuk Dana Pilkada 2023 akan lebih besar dibanding dana Pilkada tahun 2018.

Jurianto, kepala Bidang Penganggaran di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo menjelaskan, saat pelaksanaan Pilkada 2023, harus tersedia dana sebesar Rp 55 miliar. Angka Rp 55 miliar ditetapkan dengan mengacu pada anggaran Pilkada 2018. Saat itu, anggaran Pilkada 2018 mencapai Rp 41,5 miliar.

“Kami sudah mengestimasi dana untuk Pilkada 2023. Dan besarnya sekitar Rp 55 miliar,” tuturnya.

Jumlah sebesar itu dikhawatirkan tidak bisa dianggarkan dalam satu tahun anggaran. Karena itu, Pemkab pun menganggarkan dana cadangan Pilkada selama bertahap. Dimulai tahun 2020, selanjutnya terus dilakukan sampai Pilkada 2023 digelar.

Penganggaran dana cadangan Pilkada 2023 ini pun mulai dilakukan selama pembahasan Rancangan APBD 2020 Kabupaten Probolinggo. Dalam R-APBD 2020, terselip dana cadangan Pilkada 2023. Besarnya Rp 20 miliar.

“Selanjutnya, tahun 2021 dianggarkan dana cadangan Rp 20 miliar dan tahun 2022 dianggarkan dana cadangan Rp 15 miliar. Jadi, pemenuhan dananya dilakukan selama tiga tahun,” katanya.

Selama tiga tahun itu, dana tersebut menjadi Silpa. Sebab, dana tidak terserap sama sekali.

“Ya menjadi silpa memang. Kan tidak diserap. Nanti baru tahun 2023 dana itu diserap untuk Pilkada,” terangnya.

Bila dana tersebut kurang, lanjutnya, maka akan diajukan penambahan pada tahun pelaksanaan. Sehingga, Pilkada tidak sampai kekurangan dana.

“Yang kami lakukan seperti itu. Jadi, tidak ada dana yang kurang. Dan mulai tahun depan, pencadangannya sudah dilakukan,” ungkapnya.

R-APBD 2020 sendiri telah dibahas oleh DPRD Kabupaten Probolinggo bersama eksekutif. Paripurna awal pembahasan itu dilakukan Jumat (27/9).

Agenda pada rapat awal itu yaitu penyampaian nota penjelasan Bupati Probolinggo. Dalam nota tersebut dijelaskan pendapatan daerah secara total sebesar Rp 1.929.543.460.699,83. Sedangkan belanja secara keseluruhan mencapai Rp 1.949.321.085.886.83. (sid/hn)