9,5 Bulan, Ada 30 Laporan Kebakaran di BPBD Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Intensitas kebakaran di Pasuruan cukup tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mencatat, sepanjang 2019 telah terjadi 30 kebakaran. Mayoritas kebakaran ini terjadi di rumah penduduk.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko menyebut, bencana kebakaran cukup tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2017 terjadi 22 kali kebakaran. Sementara tahun lalu ada 30 kali kebakaran. Dan hingga awal Oktober 2019, sudah terjadi 30 kali kebakaran.

Rinciannya, delapan kebakaran di lahan kosong dan delapan kebakaran lain di tempat usaha. Lalu, lima kebakaran di pabrik dan sembilan kebakaran terjadi di rumah penduduk.

Catur menjelaskan, bencana kebakaran masih rawan terjadi pada bulan Oktober. Sebab, musim pencaroba ini merupakan puncak kemarau.

Suhu selama puncak kemarau akan sangat panas dan disertai angin kencang. Sehingga, rawan terjadi kebakaran.

“Kalau berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Pasuruan, bulan Oktober ini adalah puncak kemarau. Sementara musim hujan terjadi awal November,”ungkapnya.

Kebakaran sendiri, menurut Catur, disebabkan beragam faktor. Di antaranya karena alam berupa panas yang menyengat dari matahari. Namun, paling sering disebabkan kelalaian masyarakat. Seperti lupa mematikan puntung rokok, elpiji, dan korsleting listrik.

“Kebakaran tahun ini mayoritas menyasar rumah penduduk dan lahan kosong. Bisa karena kelalaian, seperti lupa mematikan listrik dan api,” jelas Catur.

Karena itu, masyarakat diminta mewaspadai benda-benda yang mudah terbakar. Seperti penumpukan kertas atau plastik. Sebab, media ini mudah mempercepat api membesar.

Catur menambahkan, BPBD selama masa-masa rawan kebakaran ini, selalu menyiagakan petugas pemadam kebakaran (Damkar) selama 24 jam. Mereka dibagi menjadi tiga sif.

Karena itu, diharapkan masyarakat setempat untuk selalu aktif menghubungi unit Damkar jika bencana kebakaran terjadi. Sehingga, proses pemadaman bisa cepat dilakukan.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah tanpa ada pengawasan. Juga jangan meninggalkan rumah tanpa mematikan listrik,” terang Catur. (riz/hn)