Kayu Mebel yang Dijemur di Lapangan Petahunan Ludes Dilalap Api

PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Warga Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Selasa siang (8/10) dibuat panik. Itu setelah puluhan kayu yang dijemur di Lapangan Petahunan untuk mebel, terbakar.

Kebakaran itu diketahui pertama kali pada pukul 11.45. Siang itu, Sanip, warga Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo meminta karyawan mebel miliknya untuk menjemur kayu di lapangan Petahunan.

Tak lama kemudian, salah seorang warga setempat melihat adanya kepulan asap dari lapangan setempat. Setelah dilihat, diketahui kayu yang dijemur dan tumpukan jerami yang terletak di sisi utara sudah terbakar.

Sanip lantas menghubungi unit pemadam kebakaran (damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pihak BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 dengan membawa tiga unit mobil damkar.

Angin yang bertiup cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat menyebar. Dalam waktu singkat, puluhan kayu yang dijemur itu ludes dilalap api. Meski tak seluruhnya, sejumlah kayu masih berhasil diselamatkan.

Kebakaran ini sendiri sempat membuat warga setempat panik. Maklum saja, lokasi kebakaran berada di tengah kawasan permukiman. Warga pun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mulai dari timba, selang air hingga gayung.

Cuaca yang panas membuat proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama. Pemadaman membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Kobaran api sendiri baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pasuruan, Samsul Hadi mengungkapkan pihaknya cukup kesulitan dalam memadamkan api. Pasalnya,   angin bertiup cukup kencang. Tak hanya itu material kayu kering yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar.

“Proses pemadaman dilakukan dengan melibatkan tiga mobil damkar Kota Pasuruan dan dibantu satu mobil milik Kabupaten Pasuruan,”ungkapnya.

Kapolsek Gadingrejo, Kompol Azwandy menerangkan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Polsek masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa ini. (riz/mie)