Menjajal Aplikasi VIEW Probolinggo yang Berjalan Hampir Lima Bulan yang Dilengkapi Konten Isu Hoax

“Probolinggo dalam genggaman.” Mungkin inilah yang ingin disajikan oleh VIEW Probolinggo. Sebuah aplikasi milik Pemkot Probolinggo yang berisi informasi tentang Kota Probolinggo.

—————–

VIEW dalam kata VIEW Probolinggo merupakan akronim dari Visitable Impressive Energetic Worthy. Aplikasi ini dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Probolinggo.

Sebagai sebuah aplikasi, VIEW Probolinggo terbilang baru. Belum lima bulan, aplikasi ini diterapkan. Tepatnya baru di-launching pada 23 Mei 2019. Itu pun dengan jumlah konten yang masih terbatas, yaitu hanya 6 konten.

Namun, dalam waktu tidak sampai lima bulan, konten VIEW Probolinggo semakin beragam. Dari pantauan harian Jawa Pos Radar Bromo, ada sembilan bidang dan total 43 konten yang bisa digunakan oleh pengguna saat ini.

Kontennya pun beragam, mulai dari informasi publik, informasi pariwisata, informasi pendidikan dan ketenagakerjaan, informasi kesehatan dan kependudukan, informasi perizinan, informasi sosial ekonomi, dan informasi layanan publik. Lalu, ada dua bidang yang bisa digunakan untuk pengaduan masyarakat dan informasi darurat.

Pengikut aplikasi ini pun sudah berkembang pesat. Saat ini aplikasi VIEW diikuti 3.110 pengguna aktif.

Seperti halnya pengguna aplikasi lain, pengguna harus login dulu dengan menggunakan nomor ponsel masing-masing untuk menggunakan aplikasi VIEW Probolinggo ini. Ada dua form yang diberikan untuk login. Yaitu, form untuk warga Kota Probolinggo dan form untuk warga non Kota Probolinggo.

Harus diakui, cara login sedikit lebih ‘ribet’ daripada login di aplikasi lain. Sebab, pengguna harus mendaftarkan diri dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) untuk pendaftar Kota Probolinggo.

MASIH DIKEMBANGKAN: Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman, menunjukkan aplikasi VIEW Probolinggo. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Harian ini sempat mencoba mendaftar di form warga non Kota Probolinggo. Maksudnya, supaya tidak menggunakan NIK lagi. Namun, tidak bisa dilakukan. Sebab, satu nomor ponsel hanya bisa digunakan untuk satu kali registrasi di VIEW Probolinggo.

Jika digambarkan, aplikasi VIEW Probolinggo ibarat sebuah rumah besar dengan berbagai ruangan. Di dalam ruangan ini terdapat berbagai kebutuhan yang siap digunakan, terutama untuk warga Kota probolinggo.

Lantas apakah warga non Kota Probolinggo tidak bisa menggunakan? Bisa. Terutama untuk aplikasi informasi pariwisata yang mengakomodasi data pendukung pariwisata. Seperti hotel, destinasi wisata, agen travel, kuliner, kafe, maupun kampung tematik yang bisa dikunjungi di Kota Probolinggo.

Warga Kota Probolinggo juga bisa mendapatkan akses informasi yang luas. Misalnya, orang tua yang ingin memantau pendidikan putra-putrinya, juga bisa memanfaatkan aplikasi ini. Namun, akses ini hanya bisa digunakan bagi wali murid saja.

“Ingin tahu anaknya masuk sekolah atau tidak, bisa dipantau melalui VIEW. Termasuk nilai pendidikan anak juga bisa,” ujar Aman Suryaman, kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Probolinggo.

Aman menjelaskan, hanya orang tua siswa yang bisa masuk dalam aplikasi tersebut. Caranya, setiap wali murid mendapatkan password untuk mengaksesnya.

“Bagi yang ingin memantau keaktifan kepesertaan dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja, juga ada dan bisa dilakukan melalui VIEW,” ujarnya.

Harian ini mencoba untuk mengecek kepesertaan dalam BPJS Tenaga Kerja melalui VIEW. Sayangnya, proses membuka aplikasi BPJSTKU melalui VIEW berlangsung lama.

Aman juga menjelaskan, dalam VIEW juga ada konten yang berisi rangkuman berita hoax serta klarifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, informasi klarifikasi berita hoax ini merupakan berita nasional.

“Kami juga ingin sebenarnya memiliki konten untuk klarifikasi berita hoax yang bersifat lokal, seperti di Kota Probolinggo. Namun, ini memerlukan tim yang solid untuk menelusuri sebuah informasi hoax atau tidak,” ujarnya.

Saat ini, menurut Aman, masih ada beberapa aplikasi yang dikembangkan OPD dan belum masuk dalam VIEW. Seperti aplikasi yang dikembangkan Dinkes yaitu SISKIA PRO CANTIK.

“SISKIA PRO CANTIK ini aplikasi yang berbasis website. Saat ini masih proses mengembangkan aplikasi ini menjadi berbasis android,” ujarnya.

Lalu, ada beberapa ide konten yang rencananya akan dimasukkan dalam VIEW. Seperti konten antrean di RSUD dr Mohamad Saleh.

Jadi, warga yang ingin rawat jalan di RSUD dr Mohamad Saleh bisa mengambil antrean melalui VIEW. Tidak perlu lagi mengantre di RSUD.

“Saat ini masih dikembangkan aplikasi ini. Yang sudah ada saat ini adalah aplikasi untuk melihat ketersediaan kamar di RSUD dr Mohamad Saleh. Bukan untuk pesan kamar ya, tapi untuk memastikan ketersediaan kamar saja,” jelasnya.

Ide-ide konten untuk mengembangkan VIEW pun terus bergulir. Bahkan, Aman tidak menampik jika ke depan VIEW bisa memiliki layanan keuangan. Seperti halnya GO PAY dalam aplikasi GOJEK.

“Tentu ingin seperti itu, layanan nontunai. Tapi masalahnya apakah keinginan ini tidak berbenturan dengan peraturan. Ini kan sama dengan layanan perbankan,” ujarnya. (put/hn/fun)