Jadi Tersangka Ijazah Palsu, Anggota DPRD Kab Probolinggo Ditahan

AJUKAN PENANGGUHAN PENAHANAN: Kuasa Hukum Tersangka Ijazah Palsu, Hosnan Taufik, mendatangi Mapolres Probolinggo untuk memberikan surat penangguhan penahanan terhadap kliennya. Inset Abdul Kadir yang kini telah ditahan karena tersangkut kasus ijazah palsu. (Foto : Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo-Polemik kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir, memasuki babak baru. Jumat (4/10) polisi akhirnya menahan anggota DPRD dari Partai Gerindra tersebut.

Sabtu siang (5/10), kuasa hukum tersangka Abdul Kadir yang bernama Hosnan Taufik nampak mendatangi Mapolres Probolinggo. Ia tengah mengajukan upaya penangguhan penahanan untuk kliennya.

“Kemarin (Jumat 4/10), sekitar pukul 14.00, klien saya mendapat panggilan dari penyidik. Setelah dimintai keterangan, sekitar pukul 19.00 dilakukan penahanan terhadapnya,” aku Hosnan Taufik saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Riski Santoso membenarkan penahanan itu. Penahanan dilakukan karena unsur-unsur yang mengarah pada kasus penggunaan ijazah palsu sudah terpenuhi.

“Saat ini status (Anggota DPRD, Abdul Kadir) sudah jadi tersangka. Maka kami lakukan penahanan, kasus ini masih terus kami dalami,” ujar perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir dilaporkan ke polisi karena diduga memalsukan dokumen ijazah Paket C saat mendaftar sebagai calon legislatif (Caleg) dalam Pemilu 17 April 2019 lalu. Ia pun terpilih dan dilantik jadi anggota DPRD. (ar/mie)