DPRD Kota Pasuruan Bentuk Panja Perumus Tatib-Kode Etik

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – DPRD Kota Pasuruan membentuk dua panitia kerja (panja) dalam rapat paripurna internal, Senin (30/9). Pembentukan panja itu guna merumuskan tata tertib (tatib) serta kode etik bagi 30 anggota dewan periode lima tahun mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Dedy Tjahjo Poernomo mengatakan pembentukan panja ini cukup dibutuhkan. Terutama, untuk memenuhi amanat yang tertuang dalam PP Nomor 12/2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD.

“Dua panja yang terbentuk ini memiliki substansi berbeda. Sebab, panja pertama berkaitan dengan pembentukan tata tertib, kedua menyangkut masalah kode etik sebagai anggota dewan,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pembentukan dua panja itu sama-sama penting. Sebab, tatib dewan akan mengatur mekanisme kerja DPRD. Sementara, kode etik akan menjadi rambu-rambu bagi anggota dewan. Baik berkaitan dengan tingkat kehadiran, sikap, termasuk berbagai persoalan etika yang harus dipatuhi. “Pembagian tugas anggota dalam panja ini sudah proporsional. Semua fraksi dilibatkan,” jelas Dedy.

Masing-masing panja diketuai oleh anggota dari Fraksi Golkar. Panja Perumus Kode Etik diketuai oleh Sugiarto dengan 12 anggota. Panja Perumus Tatib diketuai M. Syaifuddin dengan 15 anggota. “Kami harap bisa selesai secepatnya. Nanti masing-masing panja kan merumuskan. Acuannya tetap tatib dan kode etik sebelumnya, entah ada revisi atau pembaruan, itu ranahnya panja,” ujar Dedy. (tom/fun)