Polres Probolinggo-OKP Gelar Salat Gaib untuk Mahasiswa

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, peserta unjuk rasa di Halu Oleo Kendari, mendapat perhatian banyak pihak. Termasuk dari Polres Probolinggo. Sabtu (28/9), Polres Probolinggo bersama Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) menggelar salat gaib.

Salat gaib dilakukan di dua tempat berbeda. Pertama dilakukan di Gedung Hasan Aminuddin Center, di Kecamatan Dringu, sekitar pukul 09.30. Sejumlah anggota Polres salat gaib bersama Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo.

Kedua, digelar di Kantor Dakwah Muhammadiyah, di Perumahan Semampir Indah Dua, Kecamatan Kraksaan. Salat sekitar pukul 12.17, itu dilaksanakan bersama Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Probolinggo.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengaku ikut berbelasungkawa atas meninggalnya dua masiswa Universitas Halu Oleo Kendari. “Kami Atas nama pihak kepolisian dari jajaran Polres hingga Polda, ikut berbelasungkawa atas kejadian itu,” ujarnya.

Eddwi juga menyampaikan akan terus menjaga kondusivitas keamanan ketika terjadi aksi oleh para mahasiswa. “Dalam minggu ini, kami akan mengumpulkan OKP untuk berdiskusi bersama. Harapannya, agar tidak terjadi seperti tragedi yang di Kendari,” ujarnya di Gedung Hasan Center.

Dalam kesempatan ini, juga diisi dengan pembacaan penyampaian sikap terhadap kejadian di Kendari oleh sejumlah OKP. Salah satunya dari Pemuda Muhammadiyah Probolinggo. Ketua Pemuda Muhammadiyah Dwi Rohmadiaanto, mengecam pihak keamanan yang seharusnya tidak menggunakan cara subversif terhadap massa. Pihaknya juga menuntut pihak terkait melakukan investigasi terhadap kejadian itu. “Harus diusut secara tuntas dan oknum yang terlibat harus disanksi tegas,” ujarnya.

Diketahui, Kamis (26/9) lalu, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, meninggal dunia ketika berunjuk rasa di Halu Oleo Kendari. Mereka adalah Himawan Randi, 21, dan Muhamad Yusuf Kardawi, 19. Mereka diduga meninggal setelah terkena tembakan. (mg1/rud)