Demi Ikut Pelatihan, 700 Orang Rela Mengantre

REJOSO, Radar Bromo – Semakin mudahnya persyaratan untuk mengikuti pelatihan kerja berdampak positif terhadap antusiasme warga. Di UPT Disnaker Latihan Kerja Daerah (LKD) Kabupaten Pasuruan, warga yang mengajukan menjadi peserta pelatihan cukup tinggi. Sejauh ini, tercatat sudah mencapai 700 orang.

Kepala UPT Disnaker LKD Kabupaten Pasuruan Endang Dwi Widayanti mengatakan, sampai bulan ini sudah ada sekitar 700 warga yang mendaftarkan diri untuk ikut kelas pelatihan di BLK Rejoso. “Padahal, tahun lalu kurang lebih 100-an saja antreannya. Paling tinggi hingga 200 orang,” ujarnya.

Endang mengatakan, membeludaknya pendaftar karena makin mudahnya persyratan untuk mengikuti pelatihan. Jika sebelumnya peserta minimal lulusan SMA atau sederajat dan berusia maksimal 30 tahun, tahun ini diberbolehkan dari pendidikan apapun dan tidak ada batasan usia.

Menurutnya, mudahnya persyaratan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Pusat, agar masyarakat memiliki keterampilan, sehingga bisa memiliki usaha mandiri. Apalagi, mayoritas masyarakat lulusan sekolah dasar. Adanya keringanan persyaratan ini, agar semua lapisan masyarakat bisa memiliki akses untuk mengikuti pelatihan.

Endang mengatakan, tahun ini ada 4 kali angkatan pelatihan. Dengan jumlah peserta mencapai 560 orang. Karena antreannya cukup tinggi, maka yang diprioritaskan warga yang ber-KTP Pasuruan.

“Termasuk ada tes yang dilakukan. Misalnya, ada bakat minat, termasuk wawancara untuk melihat kesungguhan calon peserta ikut mengikuti 100 persen pelatihan,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan memang bagus. Ini berarti ada usaha untuk bisa memiliki keterampilan lebih untuk meningkatkan perekonomiannya. “Karena peminatnya tinggi, kami tetap harus mendahulukan yang daftar dahulu, termasuk melakukan tes agar yang ikut benar-benar yang membutuhkan,” ujarnya. (eka/rud)