Persekabpas Hajar Singhasari FC Enam Gol Tanpa Balas

PASURUAN, Radar Bromo – Misi Persekabpas menjaga rekor sempurna di Grup G Liga 3 Jawa Timur berjalan mulus. Laga perdana di putaran pertama dapat dilalui oleh tim berjuluk Laskar Sakera dengan hasil cemerlang.

Tim tuan rumah Singhasari Fc diganjar dengan enam gol tanpa balas. Rico Hardiansyah mengukir rekor manis usai mencetak hattrick dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Talok Kahuripan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Sabtu (28/9).

Permainan agresif memang mulai ditunjukkan para penggawa Persekabpas sejak pertandingan bergulir. Mereka membangun serangan dengan begitu gesit. Sehingga, membuat tim tuan rumah terpaksa hanya bisa bertahan.

Persekabpas memang sempat harus beradaptasi dengan permainan tim tuan rumah yang cenderung keras. Namun, semua itu mampu diatasi dengan cepat. Buktinya, Persekabpas mulai memimpin jalannya pertandingan.

Kapten tim Ricko Hardiansyah mencetak gol pertama di menit ke-7. Persekabpas mengakhiri babak pertama dengan gol kedua. Kali ini, gol kembali diciptakan oleh Ricko di menit ke 45+1.

Memasuki babak kedua, kubu Persekabpas mengalami banyak rotasi pemain. Keputusan pelatih menarik M. Faruq keluar lapangan digantikan oleh Rendi Reovaldo di menit ke-54 tak sia-sia. Rendi membuktikan kelihaiannya sejak masuk lapangan. Ia kemudian menyumbang satu gol lewat tendangannya yang cukup akurat di menit ke-66.

Serangan kembali digencarkan pemain Persekabpas. Ricko pun lagi-lagi tampil impresif. Kiper Singhasari Fc Agung Budi kembali dipecundangi dengan gol ketiga oleh Ricko di menit ke-70.

Tiga menit kemudian, giliran Bayu Alfarizi yang baru tujuh menit memasuki lapangan yang mencetak gol. Pemain nomor punggung 16 itu mencetak gol pamungkas bagi timnya di menit ke 73. Skor 6-0 bertahan hingga pertandingan usai.

“Alhamdulillah sesuai dengan target. Misi kami memang mengejar tiga poin baik saat main diluar maupun di kandang,” ujar pelatih Persekabpas M Fakhrudin.

Menurutnya, di awal pertandingan memang banyak menjumpai permainan keras dari tim tuan rumah. Namun, tim besutannya itu lihai mengatasinya.

Laga uji coba yang dilakoni Persekabpas di Jember beberapa waktu lalu, kata Fakhrudin, menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Terutama sebagai bahan evaluasi untuk bisa mengatasi permainan lawan yang cenderung keras.

“Itu pelajaran penting bagi tim secara keseluruhan bagaimana menghadapi permainan lawan yang cenderung keras. Karena yang kita hadapi di Jember kemarin memang permainannya keras,” tegasnya.

Dirinya mengaku puas dengan hasil pertandingan kemarin. Menurutnya, lini pertahanan sudah terbentuk kokoh. Begitu pula dengan lini depan yang mampu menerapkan serangan taktis dan akurat. “Termasuk pemain cadangan saya rasa sudah bagus,” jelasnya.

Meski belum terkalahkan, ia meminta timnya agar tak jemawa. “Harus tetap rendah hati, jaga kekompakan dan kami akan terus berbenah. Saya juga akan terus belajar untuk memperbaiki tim agar semakin baik,” bebernya. (tom/hn)