Tak Pulang Sehari, Warga Palangbesi Tewas usai Terjatuh dari Pohon

LUMBANG, Radar Bromo – Apes nian nasib yang dialami Raiman, 50. Warga Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo tersebut, pagi kemarin ditemukan tewas di hutan mahoni di Dusun Krangen, desa setempat.

Raiman ditemukan tewas, setelah sebelumnya dikabarkan hilang pada Minggu (22/9). Sebelumnya, dia pamit ke Sanah, 32, istrinya, untuk mencari pakan ternak pada Minggu lalu. Namun Raiman tak kunjung pulang, hingga sehari berselang dia ditemukan tak bernyawa.

Penemuan jenazah Raiman juga cukup membuat gempar warga Desa Palangbesi. Mayat Raiman tergeletak di hutan mahoni Dusun Krangen, Desa Palangbesi, dengan keadaan mulut mengeluarkan busa.

Kanitreskrim Polsek Lumbang, Bripka Dadang Harianto, sebelum ditemukan tewas, polisi mendapatkan laporan dari Sumi 39, Kades Palangbesi. Dalam laporannya, ada warga yang menemukan Raiman, tergeletak tak berdaya. Seketika itu polisi meluncur ke lokasi hutan mahoni.

Di lokasi, polisi melakukan olah TKP. Hasilnya diketahui, Raiman diperkirakan terjatuh dari pohon mahoni yang tingginya sekitar 15 meter.

Adapun sebelum ditemukan tewas, kata Dadang, korban berpamitan kepada istrinya, untuk mencari pakan ternak sapi ke hutan, Minggu (22/9). Namun, hingga malam hari, korban tak kunjung pulang.

“Menurut kesaksian istrinya, Korban memang sudah tidak pulang ke rumah sejak kemarin (Minggu, Red),” ujarnya.

Hilangnya Raiman lantas membuat keluarga korban mencari ke rumah saudaranya yang berada di Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang. Namun hasilnya nihil. Korban tidak ditemukan.

Hingga Senin sekitar pukul 07.30, keluarga mendapat kabar dari warga, bahwa Raiman ditemukan tergeletak tak bernyawa di hutan mahoni. “Korban diperkirakan hendak mengambil daun pohon mahoni yang masih muda untuk pakan ternaknya. Namun apes lantaran terjatuh hingga akhirnya meninggal,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut pihaknya bersama Koramil dan pihak medis dari Puskesmas Lumbang, mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi dan melakukan penyelidikan. “Dari keterangan beberapa saksi, korban memang sudah sering diingatkan. Dan ini yang kedua kalinya korban jatuh dari pohon untuk mencari pakan ternak,” ujarnya.

Dari pemeriksaan tim medis Puskesmas, Dadang menyampaikan, busa yang muncul dari mulutnya itu disebabkan karena ada benturan di bagian kepala. Sehingga mengalami trauma otak, yang menyebabkan korban mengeluarkan busa.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihak keluarga sudah membuat surat penolakan untuk dilakukan otopsi,” pungkas Kanitreskrim. (mg1/fun)