Dituduh Mencuri di FB, Warga Semampir Lapor Polisi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rizki Yulia, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo tak terima dengan tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya. Tuduhan yang dilakukan oleh akun media sosial (medsos) Facebook bernama Airin Nur Airin, itu mencemarkan nama baiknya. Sehingga, Minggu (22/9) ia melaporkan kejadian itu.

Dalam posting-an akun tersebut yang disebar di grup FB Info Lantas dan Kriminal Kota/Kab Probolinggo (Salam Satu Aspal) tersebut, memang menyudutkan wanita yang akrab disapa Kiki itu. Dalam posting-an tertulis bahwa korban telah mengambil tasnya. Karena itu, melalui posting-an tersebut, pemilik aku meminta untuk dikembalikan.

Yg tau alamat orang ini inbok saya ya cewek ini mencuri tas kerja saya yg isinya Dompet + uang, stnk speda motor, SIM, npwp, dan kartu KTP saya. Mohon bantuannya, jika ada yg mengenal orang ini suruh kembalikan kembalikan kartu dan surat2 penting saya,” tulis akun itu.

Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Kiki mengaku dirugikan. Menurutnya, ia tidak pernah sama sekali melakukan pencurian tas. Bahkan, ia sendiri tidak tau siapa pemilik akun tersebut. “Nggak tahu juga. Saya nggak pernah merasa punya musuh. Tiba-tiba ada akun yang mengunggah di sosmed yang katanya saya mencuri tas kerjanya, yang isinya ponsel, uang, STNK, NPWP, SIM, KTP, dan surat penting lainnya,” katanya.

Sebenarnya ia tidak tahu bahwa dirinya telah difitnah. Dirinya mengetahui dari anggota keluarganya. Dia diberi kabar dari kakak sepupunya dan langsung memarahi. “Kakak sepupu saya itu juga menanyakan buat apa uangnya (hasil curian), kok sampai nyuri. Kakak saya tidak tahu kalau itu fitnah,” katanya.

Karena hal itu, lantas ia disarankan oleh orang tuanya untuk melaporkan ke pihak kepolisian. Saran itu ditindaklanjutinya dengan mendatangi Polsek Kraksaan. Karena hari Minggu, lantas ia diminta oleh pihak kepolisian untuk datang kembali Senin (23/9) menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sebenarnya sudah ke polsek, Mas. Sudah laporan dan laporan sudah masuk. Cuma karena sekarang Minggu, jadi disuruh datang kembali besok (hari ini) pukul 08.00 untuk diproses lebih lanjut. Ini saya laporkan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku. Hingga tidak terjadi pada orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolsek Kraksaan Kompol Joko Yuwono mengatakan, kemarin tidak ada laporan dari warga yang merasa difitnah. Namun, pihaknya masih akan melakukan pengecekan. “Untuk laporan kayaknya tidak ada. Tetapi, nanti kami cek lagi,” kata pria yang akrab disapa Joko itu. (sid/fun)