Usia Masih 19 Tahun, Tapi Begal asal Plososari Ini Sudah Beraksi di 46 TKP

GRATI, Radar Bromo – Satu lagi anggota komplotan begal dan curanmor asal Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, diringkus polisi. Jumat (22/9), giliran remaja 19 tahun, Ainur Rofiq yang ditangkap.

Dia ditangkap tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota, menyusul dua rekannya yang telah ditangkap lebih dulu. Namun, pelaku melawan saat hendak ditangkap. Sehingga, dia dilumpuhkan dengan timah panas.

Upaya polisi sebelum meringkus pelaku Rofiq, tak mudah. Rofiq diintai lebih dulu saat lalu lalang di sekitar Pasar Triwung, Kecamatan Grati. Ia mengendarai motor Honda CBR dengan nopol N 6238 TBU.

Tak lama kemudian, Rofiq menghentikan motornya tepat di depan pasar. Polisi pun langsung berusaha meringkusnya. Namun, Rofiq melawan dan kabur.

DIDOR: Ainur Rofiq harus dilumpuhkan dengan timah panas, saat ditangkap polisi. (Foto: Istimewa)

Polisi pun langsung mengejarnya. Beberapa kali tembakan peringatan pun dilepas. Namun, tembakan itu tak dihiraukan Rofiq. Karena itu, petugas langsung menembaknya.

“Terpaksa kami ambil tindakan tegas dan terukur,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Rofiq tersungkur setelah kaki kanannya tertembak. Ia kemudian dilarikan ke RSUD dr R Soedarsono untuk mendapatkan perawatan medis.

Slamet menyebut, Rofiq selama ini diduga sebagai salah satu anggota komplotan begal dan curanmor asal Plososari. Di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota saja, Rofiq tercatat pernah beraksi di 17 TKP.

Dari hasil pengembangan, kata Slamet, Rofiq dkk juga kerap beraksi di wilayah lain. Komplotan Rofiq pernah beraksi di 19 TKP yang ada di wilayah hukum Polres Pasuruan. Lalu, 10 TKP yang ada di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Sehingga, total Rofiq diperkirakan sudah beraksi di 46 TKP.

Setiap kali melancarkan aksi kejahatan, komplotan Rofiq tak hanya menyasar pengendara motor di jalanan. Melainkan juga motor yang tengah parkir di tempat-tempat umum. Seperti di pertokoan modern, apotek, rental game online, hingga permukiman.

Selain itu, Rofiq juga merupakan komplotan dari beberapa pelaku yang telah diamankan polisi sebelumnya. Seperti Buratin dan Rudi yang diamankan polisi di simpang empat penjara, 18 Mei 2019. Ketiganya hampir selalu bersama setiap kali beraksi.

“Tapi, ini masih terus kami kembangkan. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang juga komplotan mereka,” terang Slamet.

Saat ini Rofiq ditahan di sel Mapolres Pasuruan Kota guna menjalani proses penyidikan. Ia dijerat pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya, 5 tahun pidana penjara. (tom/hn/fun)