Kandang–Dapur Warga Jrebeng Kulon Terbakar, 6 Hewan Ternak Luka Bakar

DIPADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP Kota Probolinggo memadamkan api yang membakar kandang dan dapur Supandi, dalam waktu 45 menit. Inset Supandi yang mengalami luka di tangannya. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KEDOPOK, Radar BromoApi membakar kandang dan dapur rumah milik Supandi, 58, di RT 3/RW 5, Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Kamis (19/9). Kebakaran itu membuat Supandi merugi.

Sebab, lima ekor kambing dan seekor sapinya terbakar. Memang enam hewan peliharaannya itu tidak mati. Namun, mengalami luka bakar sekitar 80 persen.

Tidak hanya itu, kandang dan dapur dengan luas 7 x 8 meter itu pun hancur. Maklum, bangunan itu terbuat dari bambu yang mudah terbakar.

        Supandi dan istrinya, Murti, 55, juga mengalami luka bakar di tangannya. Tangan mereka terkena api saat berupaya menyelamatkan sapi dan kambing di kandang.

Kebakaran itu sendiri terjadi pukul 14.30. Saat itu Supandi sedang menonton televisi. Sedangkan istrinya sedang tidur.

Tiba-tiba, terdengar bunyi gemeretek dari arah luar rumahnya. Yaitu dari kandang dan dapur miliknya. Kandang dan dapur itu ada di samping rumah utama yang ditinggalinya.

Supandi pun keluar dari rumah untuk mencari sumber suara. Saat itulah, dia melihat dapur dan kandang rumahnya terbakar. Bahkan, api sudah besar.

Saat itu juga, warga sekitar langsung membantu memandamkan api. Dua unit mobil damkar milik Satpol PP Kota Probolinggo juga datang untuk memadamkan api.

Sekitar 45 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun, dapur dan kandang milik Supandi ambruk dan hancur. Tidak tersisa.

Purwantoro, salah satu petugas Damkar menyebut, pihaknya menurunkan dua unit mobil damkar untuk memadamkan api. Dan sekitar 45 menit kemudian, api berhasil padam.

“Untuk penyebab kebakaran, kami belum mengetahui. Yang jelas, hewan peliharaan mengalami luka bakar. Sekitar luka bakar 80 persen,” tuturnya.

Supandi sendiri mengaku tidak tahu darimana asal api yang membakar dapur dan kandangnya. Dia memang biasa membakar sampah bekas kotoran dan pakan sapi. Namun, biasanya dibakar di belakang kandang.

Sementara itu, dirinya juga tidak sedang memasak di dapur. Sehingga, tidak ada api di dapur. Selain itu, di kandang dan dapur, tidak ada aliran listrik. Sehingga, tidak mungkin jika kebakaran karena korsleting.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Untuk lampu ada di luar, tumang juga tidak menyala. Sedangkan bekas bakaran sampah ada di belakang kandang. Apakah ada yang membakar atau tidak, saya juga tidak tahu,” bebernya.

Terpisah, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada orang yang membakar kandang dan dapur korban. Selain itu, korban sendiri menerima kebakaran itu sebagai musibah. Sehingga, korban tidak melaporkan ke polisi.

“Pelapor tidak mengetahui asal api dan sudah menganggap itu musibah. Dia juga tidak mau melapor ke kepolisian. Adapun kerugian yang dialami sekitar Rp 7 juta. Dengan kondisi binatang peliharaan terbakar dan sebagian kandang habis terbakar,” pungkasnya. (rpd/hn)