Sampaikan Pesan Kesehatan, Dinkes Kota Probolinggo Gelar Lomba Jingle

Perkembangan informasi dan teknologi menuntut Pemkot Probolinggo terus mengembangkan cara promosi kesehatan yang efektif. Bukan sekadar agar informasi tersampaikan dengan benar, tapi juga menarik dan mudah diterima semua kalangan. Salah satunya melalui jingle kesehatan seperti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo.

—————

Lomba Jingle bertema Kesehatan gelaran Dinkes Kota Probolinggo mendapat sambutan positif dari para peserta. Lomba yang digelar untuk tingkat SMA/MA/SMK se-Kota Probolinggo ini diikuti 380 pelajar yang terbagi dalam 41 tim.

TROFI: Dinkes Kota Probolinggo menyiapkan trofi bagi para pemenang Lomba Jingle Kesehatan tingkat SMA/MA/SMK se-Kota Probolinggo.

 

Puluhan tim ini merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat di Kota Probolinggo. Bahkan, ada sejumlah sekolah yang mengirim hingga 4 tim. Kemarin (17/9), lomba ini digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedopok, Jalan Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

JUARA 1: Penampilan peserta nomor 20 berhasil membuat juri memberikan poin tertinggi dan menganugerahkan predikat juara 1 dalam Lomba Jingle Kesehatan tingkat SMA/MA/SMK se-Kota Probolinggo.

 

Antusiasme peserta ini membuktikan jika Kota Probolinggo memiliki generasi muda yang berkualitas. Lirik dan lagunya begitu kreatif. Malah tak jarang penampilan mereka berhasil mengocok perut penonton karena lucu.

“Kalau dulu promosi kesehatan hanya dilakukan melalui sosialisasi, liflet atau brosur, baliho, dan media cetak lainnya. Zaman sudah berubah. Kini promosi kesehatan bisa dilakukan dalam kemasan jingle melalui media sosial. Bisa Instagram, WhatsApp, Twitter, Facebook, bahkan YouTube. Di media sosial ini semua kalangan masuk,” ujar Kepala Dinkes Kota Probolinggo melalui Kabid Kesehatan Masyarakat dr. NH. Hidayati.

MENARIK: Panitia Acara Utami Putri Pertiwi menyampaikan laporannya.

 

Ketua Panitia Penyelenggara Utami Putri Pertiwi, SKM. mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi penilaian peserta. Di antaranya, setiap peserta membawakan jingle kesehatan maksimal 6 menit.

“Kriteria penilaiannya, kreativitas yang ditampilkan bisa melalui koreografi maupun orasinya. Kemudian pesan yang disampaikan, kesesuaian antara tema dan konsep, serta penyajian. Seperti kostum, suara, kekompakan, dan ekspresi,” jelasnya.

Ada dua juri yang didapuk memberi penilaian. Yakni, dr. Lusi Tri Wahyuli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dan Kristalenta dari Komunlis. Lomba jingle kesehatan ini berlangsung satu hari. Di penghujung acara para pemenangnya langsung diumumkan. Selain mendapatkan trofi, para pemenang juga mendapat uang pembinaan.

PROMKES: Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Kota Probolinggo dr. NH. Hidayati membuka Lomba Jingle Kesehatan di RTH Kedopok, Kota Probolinggo.

 

“Kami tidak menyangka penampilan adik-adik bagus-bagus. Kami berharap seluruh peserta tidak berhenti sampai di sini. Jingle yang sudah mereka buat bisa jadi penyuluhan kesehatan di masyarakat. Khususnya dalam berbagai kegiatan dan program sekolah masing-masing. Bisa dipasang di radio sekolah atau saat kegiatan UKS dan PMI sekolah. Inilah alasan mengapa remaja Indonesia memiliki peran strategis untuk ikut mewujudkan Indonesia sehat, Indonesia kuat,” ujar dr. NH Hidayati. (*/el)