Dua Kasus Belum Begal di Winongan Masih Belum Terungkap

WINONGAN, Radar Bromo – Polsek Winongan masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk mengungkap aksi kejahatan jalanan pada 2018. Sedikitnya, ada dua aksi begal yang sejauh ini belum terungkap.

Kapolsek Winongan AKP Thohari membenarkan hal itu. Menurutnya, aksi begal yang menimpa Sandi, warga Desa Prodo, Kecamatan Winongan, pada Maret 2018, belum terungkap. Saat itu Sandi kehilangan motor Vario. Tangan kanannya juga nyaris putus akibat sabetan celurit komplotan pelaku.

Ke dua, aksi begal yang menimpa Kholilurrohman, warga Desa Bandaran pada Agustus 2018. Kholilurrohman sendiri tidak sampai kehilangan motor miliknya. Namun, ia sempat dirawat di RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan. Saat itu tangannya nyaris putus akibat lemparan bondet pelaku. “Sementara masih nihil. Belum ada yang terungkap. Penyidik masih terus mendalami aksi kejahatan jalanan tersebut,” ungkapnya.

Dilanjutkan Thohari, penyidik masih berupaya mengidentifikasi komplotan pelaku. Mulai meminta keterangan korban maupun saksi yang mengetahui peristiwa ini. Namun, sementara belum membuahkan hasil.

Ia mencontohkan aksi begal di Desa Bandaran. Aksi ini dilakukan oleh pelaku, sekitar pukul 20.30 di pertigaan Dusun Karangkliwon. Saat aksi ini terjadi, lokasi dalam keadaan sepi. Tidak ada saksi yang melihat, selain korban sendiri. “Korban sendiri tidak mengetahui wajah pelaku karena menggunakan balaclava. Sehingga, minim petunjuk yang kami peroleh,” sebut Thohari. (riz/hn/fun)