Terima Laporan Ada Korban, Bea Cukai Gerebek Toko Miras di Jati

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga di ruas jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (14/9) malam geger. Sebabnya, toko milik WK yang dikenal menjual miras, digerebek petugas.

Penggerebekan dilakukan anggota Penindakan Bea Cukai pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Probolinggo. Warga geger karena petugas yang menggerebek sempat diduga dari Polda Jatim.

BR, 50, salah satu warga setempat yang enggan namanya ditulis menyebut, sekitar pukul 21.30 ada petugas dengan menggunakan dua mobil datang ke depan toko WK. Satu berpelat merah dan satu lagi berpelat hitam.

Para petugas itu memakai seragam Bea Cukai. Selanjutnya, petugas langsung merazia toko miras milik WK. Menurutnya, sudah lama WK berjualan miras oplosan. Bahkan, yang membeli usianya masih anak-anak.

Petugas lantas mengamankan satu orang. Namun, belum jelas siapa yang diamankan. BR menyebut, saat penggerebekan, WK tidak ada. Yang diamankan hanya seorang karyawannya dan miras yang dijual. Namun, pada pukul 05.00, karyawan itu sudah kembali.

“Malam ditangkap, Subuh sudah pulang. Sebab, saya lihat sendiri Subuh dia sudah berkeliaran di sini,” terangnya.

Kasubsi Penindakan Bea Cukai Robert membenarkan penggerebekan yang berlangsung pada pukul 21.30. Namun, dia enggan memberikan detail hasilnya. Termasuk, siapa yang diamankan dan berapa miras yang dibawa.

Hanya ditegaskan Robet, kegiatan itu dilakukan timnya. “Ada sekitar lima orang dari Bea Cukai,” bebernya.

Robert mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. Sehingga, belum bisa membuka secara detail terkait kegiatan yang berlangsung malam itu.

“Jadi, untuk datanya nanti saja. Saat ini kami masih lakukan pengembangan. Yang jelas, benar jika malam itu kami melakukan kegiatan,” terangnya.

Penggerebekan itu menurutnya, dilakukan lantaran ada kasus dan laporan yang makan korban. Pihaknya mendapat laporan, akibat miras oplosan di toko itu, ada remaja yang bagian matanya tidak bisa dibuka lebar.

“Jadi, ada korbannya anak-anak, bahkan salah satu matanya sampai sipit atau tidak bisa dibuka lebar. Makanya kami masih kembangkan. Jadi belum bisa mengutarakan secara terperinci,” pungkasnya. (rpd/hn)