Rutin Pemeliharaan Jalan Membahayakan

PASURUAN, Radar Bromo – Kenyamanan pengendara saat melintas di ruas jalan nasional Gempol sampai Kota Probolinggo mendapatkan perhatian dari Pemprov Jatim. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII rutin melakukan pemeliharaan jalan yang membahayakan.

Seperti yang dilakukan Kamis (12/9). BBPJN melakukan pemeliharaan rutin di sejumlah titik di Kecamatan Bangil. Ruas jalan yang dipandang sangat berbahaya bagi pengguna jalan, diperbaiki. Pengerjaannya sendiri dilakukan saat malam hari.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan, pihaknya merekonstruksi sejumlah jalan tahun ini. Seperti melakukan rigid di Jalan Untung Suropati dan Jalan Ahmad Yani di Bangil.

DIASPAL: Pengaspalan jalan berlubang di Kecamatan Bangil oleh BBPJN VIII. (istimewa)

Meski demikian, ruas jalan nasional lainnya tidak luput dari perhatiannya. Ini, sesuai komitmen dari pelaksana fisik. Mereka ikut bertanggung jawab memperbaiki ruas jalan lainnya mulai dari wilayah Gempol sampai Kota Probolinggo.

“Pemeliharaan jalan tetap kami lakukan dan terus berlangsung selama setahun ini. Mulai dari awal tahun 2019 sampai Desember mendatang,” ungkapnya.

Di Bangil, BBPJN menitikberatkan pemeliharaan pada jalan yang berlubang. Caranya, jalan diaspal ulang pada spot tersebut.

“Ini sesuai pemetaan dari petugas di lapangan yang terus mobile setiap harinya. Kalau volume pemeliharaan di Bangil ini saya kurang paham, sebab spotnya menyebar,” terang Rudy.

Yang jelas, semua spot yang berlubang di jalan nasional diperbaiki secara berkala. Mulai dari Gempol sampai Probolinggo. Perbaikan lebih dulu dilakukan pada titik yang membahayakan.

“Anggaran pengerjaan ini jadi satu paket dengan rekonstruksi jalan Gempol sampai JLU Probolinggo senilai Rp 25 miliar,” tuturnya. (riz/hn)