Jika Muncul, Wisatawan Diminta Tak Ganggu Hiu Tutul

MAYANGAN, Radar Bromo – Jelang akhir tahun, jumlah plankton di laut Jawa meningkat. Karenanya, banyak hiu tutul yang bermigrasi ke laut Jawa. Termasuk di perairan Probolinggo. Karenanya, pihak terkait meminta wisatawan tidak mengganggunya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Probolinggo Sudiman mengatakan, salah satu faktor munculnya hiu tutul karena pertumbuhan plankton di laut Jawa meningkat. Siklus itu diketahui karena saban tahun hiu tutul dipastikan muncul di perairan laut Jawa. “Biasanya hiu muncul perkiraan bulan September hingga Mei di laut Jawa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo Subuh Fathurrohman mengatakan, keberadaan hiu tutul di Pantai Mayangan, sering terlihat. Bahkan, informasinya sempat terlihat oleh wisatawan yang datang untuk snorkeling. Karenanya, pihaknya berharap wisatawan tidak mengganggunya.

“Keberadaan hiu tutul memang menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Gili, untuk snorkeling. Namun, kami harap wisatawan tidak mengganggu hiu tutul,” ujarnya.

Guna menjaga kelestarian hewan yang dilindungi, Subuh meminta nelayan yang mendapati hiu tutul terlalu ke tepi, menggiringnya ke tengah laut. Sehingga, paling tidak mengurangi potensi hiu terdampar dan mati. “Kami harap jika ada nelayan yang mengetahui ada hiu yang terlalu ke tepi, agar digiring ke tengah laut,” ujarnya. (rpd/fun)