Dua Pekan Operasi Semeru Digelar, Polres Probolinggo Tilang 2.352 Pelanggar

HARI TERAKHIR: Operasi Semeru yang digelar Satlantas Polres Probolinggo di halaman mapolsek Kraksaan, beberapa waktu lalu. Selama dua minggu operasi digelar, ada ribuan pelanggar yang ditilang. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Sekitar 2.352 kendaraan bermotor ditilang dalam pelaksanaan operasi Patuh Semeru 2019. Operasi yang digelar sejak Kamis (29/8) sampai Rabu (11/9) lalu tersebut, pelanggar didominasi umur 30-40.

Dari catatan Polres Probolinggo, jumlah pelanggar meningkat dari pada tahun lalu. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo menilai, ada peningkatan sekitar 1,7 persen dibandingkan pada 2018 lalu.

KBO Lantas Polres Probolinggo Iptu Agus Supriyanto mengatakan, selain menjatuhkan sanksi tilang, pihaknya juga menjatuhkan sanksi teguran terhadap 140 pengendara. Sanksi itu dijatuhkan karena kendaraan yang ditumpangi berpotensi kecelakaan.

“Yang berpotensi kecelakaan kami lakukan teguran. Jumlahnya sekitar 140 teguran,” ujar pria yang akrab disapa Agus itu. Untuk barang bukti yang diamankan sekitar 273 Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sementara untuk STNK ada sebanyak 1.734. Juga ada 345 kendaraan roda dua dan roda empat yang surat-suratnya tidak lengkap,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada operasi selama empat belas hari itu, pelanggar didominasi oleh kendaraan roda dua. Dilihat dari umur, yang mendominasi adalah pengendara umur 30 sampai 40 tahun. Pelanggar dalam umur tersebut berjumlah 855 dan umur 41 sampai 50 sebanyak 725 pelanggar.

“Untuk umur 21 sampai 30 tahun jumlah 412. Umur 16-20 sebanyak 261 dan terakhir umur 50 sebanyak 99 orang. Itu data yang kami dapat selama operasi Patuh Semeru,” jelasnya. (sid/fun)