Tawon Resahkan Pengunjung Museum Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Pengunjung di Museum Kota Probolinggo, belakangan dibuat resah. Penyebabnya, ada benda koleksi yang berada di museum, kini dilekati dengan sarang tawon.

Bukan sarang semata. Adanya sarang itu juga memicu tawon yang kerap muncul. Diresahkan pengunjung karena jumlah tawon tersebut mencapai ribuan. Tawon itu tampak berada di lokomotif kereta api peninggalan PG Wonolangan.

Seperti yang diungkapkan oleh Sutomo, 43, warga Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jumat (13/9) pagi. Menurutnya, pagi itu ia sengaja datang ke Kota Probolinggo untuk berkeliling. Selain mengambil sejumlah gambar di sejumlah spot di kota, ia juga mengunjungi Museum Kota Probolinggo.

BIKIN RESAH: Sarang tawon yang berada di lokomotif. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Pria dua anak itu baru mengetahui jika ada sejumlah tawon ketika mendekati lokomotif saat hendak berfoto. Lantaran banyak tawon di dekat lokomotif, maka Sutomo mengurungkan niatnya untuk mengabadikan dirinya di lokomotif dari jarak dekat.

“Kami sengaja datang untuk bermain dan berfoto. Sayangnya di lokasi lokomotif banyak tawon. Bukan hanya saya, namun pengunjung lainnya tidak berani mendekat, khawatir tersengat,” terangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

Terpisah, Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengaku sudah mendapat informasi tersebut. Pihaknya pun meminta tim damkar untuk mengevakuasi ribuan tawon tersebut. “Kami sudah terjunkan tim. Rencananya dievakuasi langsung dan semoga bisa segera teratasi,” pungkasnya.

Sayangnya, pada saat petugas damkar tiba di lokasi, sarangnya masuk di tempat pembakaran yang sudah di las. Sehingga evakuasi sarang lebah mengalami kesulitan. Dengan demikian, pihak damkar masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Disbudpar untuk dilakukan evakuasi.

“Jadi, harus dilas dulu agar bisa mengeluarkan sarangnya. Sebab kunci tempat pembakaran dikunci paten dengan las. Jadi, harus izin Disbudpar dahulu,” pungkas salah satu petugas Damkar yang enggan namanya disebutkan. (rpd/fun)