Polisi yang Digerebek Bareng Bidan di Nguling, Dinonaktifkan Sementara

PURWOREJO, Radar Bromo – Polres Pasuruan Kota terus mendalami dugaan perzinahan yang dilakukan oleh oknum polisi, Bripka D bersama bidan desa Sanganom, Nguling berinisial GI. Saat ini Bripka D sudah dinonaktifkan sementara dari tugas kesehariannya sebagai polisi.

Kasubbag Humas Polresta Pasuruan AKP Endy Purwanto mengungkapkan, dugaan perzinahan masih diselidiki oleh penyidik gabungan dari Satreskrim dan Propam. Namun, sejauh ini status Bripka D dan Bidan GI masih sebatas saksi.

“Masih belum berstatus tersangka. Dugaan perzinahan yang disangkakan pun baru sebatas dugaan saja. Yang jelas, masih terus diproses,” ungkapnya.

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu menjelaskan, Bripka D sampai pekan lalu masih diamankan di Mapolresta Pasuruan. Dan untuk sementara, demi kepentingan penyidikan, status Bripka D sebagai anggota Polsek Nguling dinonaktifkan sampai ada kejelasan status atas dugaan peristiwa yang dialaminya.

“Bripka D saat ini masih kami amankan. Kalau Bidan GI sudah boleh pulang sejak pekan lalu. Yang jelas mereka sama-sama masih sebagai saksi,” terang Endy.

Saat ditanya terkait penganiayaan yang dialami oleh Bripka D saat digerebek oleh warga Desa Sanganom, Endy mengaku pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, kondisi ini bergantung pada Bripka D untuk melaporkannya atau tidak.

Endy memamaparkan, dugaan perzinahan ini sebenarnya termasuk delik aduan. Sehingga, penyidik Polresta Pasuruan membutuhkan laporan dari suami atau istri dari keduanya untuk memproses dugaan ini. Tanpa adanya laporan dari suami atau istri mereka, dugaan perzinahan sulit diproses.

“Namun, jika memang ditemukan adanya pelanggaran, tentu kami proses sesuai aturan yang berlaku. Kami juga masih koordinasi dengan Bidkum Polda Jatim terkait Bripka D,” sebutnya.

Jawa Pos Radar Bromo sudah berupaya meminta keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan dr. Agung Basuki tekait nasib dari bidan GI yang diketahui berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Namun, berulang kali telepon yang ditujukan padanya, belum direspons.

Sementara itu, bidan yang berinisial GI juga telah dipindah. Sebagai gantinya, Dinkes menempatkan bidan baru di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling. Hal itu dilakukan agar suasana di desa setempat kembali kondusif.

“Diganti bidan lain agar layanan kesehatan tidak terganggu,” terang Henis Widiyanto, kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan kepada Jawa Pos Radar Bromo, beberapa waktu lalu.

Sementara untuk memberikan sanksi, pemkab sendiri tak gegabah. Pemkab bakal menunggu proses hukum kasus itu sudah tuntas, baru mengeluarkan sikap.

Diketahui, Bripka D yang diketahui menjadi anggota Polsek Nguling dan bidan desa, GI digerebek warga saat keduanya berada di rumah dinas GI, Senin (26/8). Alasannya, warga melihat Bripka D dan GI berduaan di rumah dalam kondisi pintu terkunci hingga dini hari. (riz/mie)