Angin Kencang, Ombak Bisa 2 Meter, Nelayan Diminta Waspada

BESAR: Ombak yang menyapu tepi perairan Probolinggo, Jumat (13/9) sore. Dari informasi yang diterima Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, ombak di perairan patut diwaspadai lantaran belakangan sering terjadi angin kencang. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Beberapa hari terakhir angin kencang melanda sejumlah kawasan perairan Probolinggo. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat langsung merespons dengan mengeluarkan imbauan kepada nelayan agar berhati-hati saat melaut. Terutama pada nelayan kecil dengan kapal di bawah 7 GT.

Kepala KSOP Tanjung Tembaga Probolinggo Subuh Fakkurohman menyebutkan, nelayan selalu mengikuti perkembangan prediksi cuaca dari BMKG. Saat ini gelombang di perairan Probolinggo berkisar di 0,8 sampai 2 meter. “Jadi, untuk nelayan di bawah 7 GT agar tidak melaut terlalu ke tengah,” terangnya.

Nelayan dengan perahu kecil memiliki kawasan penangkapan ikan yang lebih sempit. Hanya berkisar di dekat bibir pantai saja. Hanya saja, Subuh menegaskan, sejauh ini belum ada larangan melaut. “Kami hanya mengimbau para nelayan kecil itu untuk memperhatikan perkembangan cuaca demi keselamatan diri sendiri. Untuk larangannya, belum ada dari BMKG,” bebernya.

Imbauan serupa juga berlaku bagi kapal antarpulau yang ada di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Begitu pula dengan kapal penyeberangan yang ada di Pulau Gili. Menurut Subuh, ketinggian gelombang di perairan Masalembo mencapai 2 meter. Dengan kecepatan angin mencapai 26 knot. Data itu berdasarkan hasil koordinasi harian antara KSOP Tanjung Tembaga dengan BMKG.

“Saat ini kecepatan angin capai 26 knot. Oleh karenanya, nelayan khususnya di bawah 7 GT agar berhati-hati,” pungkasnya. (rpd/fun)