Tertimpa Besi Betoneser Tower Seluler, Warga Pajarakan Kulon Tewas

PAJARAKAN, Radar Bromo – Yusuf, 42, warga Dusun Bawangan, Desa Pajarakan Kulon mau saja saat diminta bantuan menurunkan besi betoneser untuk tower sebuah operator seluler. Namun, Yusuf malah tertimpa besi betoneser ulir 16. Dia pun meninggal karena kejadian itu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi Rabu (11/9), pukul 16.00. Saat itu datang sebuah truk pengangkut besi untuk tower di Dusun Bawangan, Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Besi yang diangkut yaitu ukuran 10, 12, 14, dan 16 ulir.

Saat itu, truk tidak membawa kuli untuk menurunkan besi. Karena itu, pelaksana meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan besi. Ada tiga orang yang bersedia membantu menurunkan besi. Salah satunya korban Yusuf, warga Dusun Bawangan, Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan.

Ketiganya lantas menurunkan satu persatu besi yang dibendel. Caranya, bendelan besi dibuka. Lalu, besi diturunkan satu persatu.

Awalnya, penurunan besi itu berjalan lancar. Namun, petaka terjadi saat besi ukuran ulir 16 diturunkan. Saat itu, korban berada di atas truk bersama seorang rekannya. Korban kemudian membuka bendelan besi berukuran ulir 16.

Saat membuka bendelan itulah, besi yang ditekuk menjadi dua itu melenting. Apesnya, besi yang melenting itu menimpa dada korban.

Kanit Reskrim Polsek Pajarakan Ipda Kurdi mengatakan, saat terkena lentingan besi itu, korban langsung terpental. Tubuhnya mengenai atap bak truk. Korban pun langsung pingsan.

“Korban sempat pingsan. Jadi, tidak meninggal di lokasi kejadian,” ujarnya.

Korban yang tidak berdaya, langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Korban dilarikan dalam kondisi pingsan. Namun, setibanya RSUD korban sudah tewas.

“Korban kemungkinan meninggal di perjalanan. Sebab, saat sampai di RSUD ternyata korban sudah tidak bernyawa,” jelasnya.

Dari hasil visum luar, korban tidak mengalami luka. Namun, lentingan besi pada dadanya itu, kemungkinan mengenai jantungnya. Karena itu, mengakibatkan korban meninggal.

“Kemungkinan seperti itu. Jadi, hempasan besi itu mengenai jantung dan membuat korban meninggal,” tuturnya.

Korban sendiri saat berita ini ditulis, masih berada di Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Petugas masih melakukan visum pada korban. (sid/hn)