Penataan PKL Terkendala Lokasi, Satpol PP Hanya Bisa Mengawasi

MASIH BEBAS: Sejumlah PKL berjualan di depan GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. Pemkot Pasuruan masih terus berusaha untuk menata keberadaan PKL. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keinginan Pemkot Pasuruan menata ulang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di wilayahnya, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Belum adanya lokasi bagi PKL membuat keinginan ini sulit terlaksana.

Sejauh ini, Pemkot masih memperbolehkan PKL berjualan di sejumlah lokasi di areal perkotaan tanpa adanya larangan lokasi untuk berjualan. Namun, dengan catatan mereka berjualan dengan tertib dan tidak melanggar aturan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, rencana menata ulang PKL masih tetap ada. Namun, pihaknya belum dapat memastikan eksekusinya.

Kondisi ini disebabkan pihaknya perlu mencari lokasi dan lahan yang tepat bagi PKL. Diharapkan, PKL ini memiliki tempat yang representatif. Seperti, ada kamar mandi dan toilet, wastafel, saluran air, lampu penerangan, hingga tempat parkir.

“Untuk sementara, kami belum bisa memastikan penataan PKL ini. Cuma memang perlu agar PKL lebih tertata dan wajah Kota Pasuruan juga semakin bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Pasuruan Muhammad Nur Fadholi menjelaskan, keberadaan PKL di Kota Pasuruan tetap mendapatkan pengawasan. Terutama, PKL di sekitar Alun-alun dan Jalan Kiai Wachid Hasyim.

Menurutnya, PKL diperbolehkan berjualan secara bebas. Dengan syarat, mereka harus mematuhi aturan berjualan. Seperti tidak berjualan di areal alun-alun, serta tidak menggunakan bahu jalan atau trotoar sebagai tempat berjualan.

“Selama ini aturannya, PKL boleh berjualan asalkan tidak menggunakan bahu jalan dan tidak boleh masuk ke fasilitas umum. Seperti, alun-alun atau Terminal Wisata,” ujar Fadholi. (riz/fun)