Masih Ada Pungli, DPRD Kota Pasuruan Minta Evaluasi Mekanisme Parkir

TITIK PARKIR: Ada 86 titik parkir berlangganan di Kota Pasuruan. Salah satunya parkir di Pasar Besar. Anggota DPRD kota setempat minta mekanisme parkir dievaluasi agar tidak ada lagi pungli. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo – Masih saja ditemui pungutan liar (pungli) oleh oknum jukir pada warga yang parkir di tepi jalan di Kota Pasuruan. Kondisi ini membuat permintaan untuk mengevaluasi keberadaan parkir tepi jalan, kembali mengemuka.

Permintaan ini disampaikan anggota DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto. Ismu menyebut, dirinya kerap mendapati pungli yang dilakukan oknum jukir. Padahal, parkir non berlangganan sudah dihapus.

Karena itu, dia minta agar keberadaan parkir ini kembali dievaluasi. Sehingga, ada perubahan dalam mekanisme pemberlakuan parkir. Harapannya, tidak ditemukan lagi adanya pungli.

“Masyarakat diminta untuk membayar parkir berlangganan setiap tahunnya di Samsat Kota Pasuruan. Namun, nyatanya mereka kadang harus memberi uang pada oknum jukir,” ungkapnya.

Ismu menjelaskan, perubahan mekanisme bisa dilakukan dengan cara mengubah sistem pembayaran. Misalnya, warga Kota Pasuruan diberi stiker sebagai bukti parkir. Mereka bisa membayar tarif parkir dengan transfer atau manual saat di lokasi parkir.

“Ini untuk menghindari masyarakat membayar parkir dua kali. Jadi, parkir berlangganan bisa diakali dengan membayar di lokasi,” terang Ismu.

Kabid Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Andriyanto menjelaskan, ada 86 titik parkir berlangganan di Kota Pasuruan. Sistem perparkiran ini sendiri sudah berjalan selama 10 tahun sejak 2009.

Terkait usulan dari dewan, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, hal ini perlu kajian yang matang. Tujuannya, mengetahui sistem apa yang dirasa paling cocok digunakan untuk perparkiran di Kota Pasuruan.

“Kami terima dulu masukannya. Namun, kami perlu mengkajinya dulu. Tidak mungkin langsung kami ubah sistemnya,” terang Andri, sapaan akrabnya. (riz/hn)