Kasus Ijazah Palsu Dewan Kab Probolinggo, Ketua Gerindra Diperiksa

PAJARAKAN, Radar Bromo – Penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu oknum anggota DPRD Kabupaten Probolinggo terus menggelinding. Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi pun diperiksa dalam kasus dugaan pemakaian ijazah palsu salah satu kadernya. Dia diperiksa Selasa (11/9) pagi di Polres Probolinggo.

Jon diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Abdul Kadir, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Gerindra. Dia datang dengan didampingi tiga kuasa hukumnya pukul 08.30.

Mengenakan kemeja biru dan celana hitam, Jon langsung masuk ke ruang penyidik saat sampai di Mapolres. Selama dua jam setelah itu, dia diperiksa sendirian. Jon baru keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 10.30.

Sayangnya, Jon menolak saat dimintai komentar tentang pemeriksaannya itu. Ia menyerahkan kepada kuasa hukumnya, Dwi Sumitro.

Dwi mengatakan, kliennya tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penggunaan ijazah palsu. Ada 30 pertanyaan yang diajukan penyidik pada kliennya selama pemeriksaan. “Ini pemeriksaan sebagai saksi,” ujarnya.

Namun, Dwi enggan menjelaskan apa saja materi pertanyaan yang diajukan penyidik. Menurutnya, itu sudah masuk materi penyidikan.

“Itu, sudah masuk ranah penyidik. Kami tidak berhak untuk menjawab hal itu. Dan terkait adanya petinggi partai yang selama ini santer diberitakan, kami tidak mendengar penyidik menanyakan itu,” jelasnya.

Di sisi lain, menurutnya, pemeriksaan tidak menyinggung tentang petinggi partai yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Sementara Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menegaskan, dengan diperiksanya Jon sebagai saksi, maka sudah ada delapan saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Menurutnya, pemeriksaan terhadap Jon sebenarnya diagendakan Selasa (10/9).

Namun, karena listrik padam, pemeriksaan ditunda dan baru bisa dilaksanakan Rabu (11/9). “Untuk pemeriksaan kepada Jon itu sebagai saksi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim belum bisa menegaskan siapa petinggi Partai Gerindra yang diduga terlibat dalam kasus itu. Apakah Jon atau bukan.

Riyanto mengaku belum bisa menyimpulkan. Sebab, masih memerlukan saksi-saksi lainnya. Tetapi, sesuai dengan keterangan terlapor Kadir, inisial JH itu mengarah kepada Jon Junaedi.

“Saat pemeriksaan (Jon Junaedi, Red) mengelak. Karena itu, nanti akan ada pemanggilan saksi lain. Pemanggilan nanti akan kami sumpah dengan Alquran,” ujarnya. (sid/hn)