Dua Pekan, Polres Probolinggo Kota Tindak 1.548 Pelanggar Lalin

RAZIA: Petugas Satlantas Polres Probolinggo Kota saat menggelar razia di Jalan Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu. Dalam dua pekan, ada 1.548 pelanggar yang ditindak. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kesadaran hukum para pengendara yang melintas di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, semakin tinggi. Selama 14 hari Satlantas Polres Probolinggo Kota menggelar Operasi Patuh Semeru 2019, temuan terhadap pelanggaran menurun. Meski masih mencapai ribuan.

Operasi itu digelar selama 14 hari, sejak 29 Agustus hingga 11 September. Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Tavib Haryanto mengatakan, berdasarkan data analisis dan evaluasi, ada 1.548 pengendara yang dikenai sanksi tilang. Jumlah itu menurun 25,29 persen dibanding tahun kemarin yang mencapai 2.072 perkara.

Penurunan itu juga terjadi pada pelanggaran yang sanksinya berupa teguran. Tahun ini petugas menegur 103 pengendara. Sedangkan, tahun keamarin menegus 515 pengendara atau turun 80 persen. Sehingga, angka pelanggaran lalu lintas turun 36,18 persen dari 2.587 pelanggaran pada 2018 menjadi 1.651 pelanggaran tahun ini.

Pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor juga turun. Dari 1.918 perkara pada 2018, turun menjadi 1.494 perkara pada tahun ini atau turun 22,11 persen. Adapun bentuk pelanggarannya meliputi, tidak menggunakan helm SNI pada 2018 ada 1.037 pengendara. Angka ini pada tahun ini turun menjadi 368 pelanggar atau turun 64,51 persen.

Pengendara melawan arus juga turun. Dari 111 pelanggaran turun menjadi 61 pelanggaran atau 45,05 persen. Menggunakan handphone saat berkendara juga turun. Dari 37 kasus menjadi 15 kasus atau 59,46 persen. Pengendara di bawah umur juga berkurang. Dari 302 menjadi 291 pelanggar atau turun 3,64 persen.

Sedangkan, pengendara mobil diketahui banyak yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Tapi, tahun ini jumlahnya juga menurun dibanding tahun kemarin. Tahun ini hanya 33 perkara, sedangkan tahun kemarin ada 73 perkara.

Pelanggar melebihi batas kecepatan turun 100 persen dari 13 pelanggaran pada 2018. Jumlah total pelanggaran untuk roda empat dan mobil khusus, turun 64,94 persen dari 154 menjadi 54 perkara.

Selain pelanggaran, Satlantas juga menyita sejumlah barang bukti. Tahun ini ada 1.548 unit barang bukti yang diamankan. Jumlah ini menurun 25,29 persen dibanding tahun kemarin yang mencapai 2.072 unit.

Ribuan barang bukti yang disita tahun ini berupa SIM sebanyak 155 lembar, STNK 1.358 lembar, 35 unit kendaraan. “Angka pelanggaran menurun, salah satunya dipengaruhi perubahan perilaku. Masyarakat saat ini sudah lebih disiplin berkendara dibanding sebelumnya. Begitu juga dengan kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya,” ujar Tavib. (rpd/rud)