Bidan yang Digerebek Berduaan Bareng Polisi di Nguling Dipindah

PURWOREJO, Radar Bromo – Adanya oknum bidan pegawai negeri sipil (PNS) yang digerebek saat berduaan dengan polisi beberapa waktu lalu, jadi perhatian Pemkab Pasuruan. Saat ini pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah menarik sang bidan berinisial GL itu.

Sebagai gantinya, Dinkes menempatkan bidan baru di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling. Hal itu dilakukan agar suasana di desa setempat kembali kondusif.

“Pastinya bisa tanyakan ke Dinas Kesehatan karena sepengetahuan saya saat ini beliau sudah ditarik dari sana dan diganti bidan lain agar layanan kesehatan tidak terganggu,” terang Henis Widiyanto, kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan.

Sementara untuk memberikan sanksi, pemkab sendiri tak gegabah. Pemkab bakal menunggu proses hukum kasus itu sudah tuntas, baru mengeluarkan sikap.

Henis mengatakan, pihaknya saat ini menghormati proses hukum yang menyangkut dugaan perselingkuhan kepada salah satu PNS Kabupaten Pasuruan.

“Saat ini kami masih memberikan status praduga tak bersalah. Dan, kami menghormati proses hukum terhadap beliau terkait permasalahan yang terjadi,” terang Henis.

Henis sendiri enggan mengatakan bahwa bidan desa dengan inisial GL, 40, yang merupakan bidan desa di Desa Senganom ini benar terlibat aksi amoral atau kasus perselingkuhan. Sehingga, Kepegawaian memilih menunggu proses hukum sampai ada pembuktian dan ditetapkan menjadi tersangka.

“Jadi, kami enggan berandai-andai. Namun, jika nanti benar terbukti bersalah, tetap akan ada sanksi yang diberikan. Sanksinya nanti akan menyesuaikan besarnya kesalahan yang diperbuat dan keputusan pemberian sanksi nanti akan melibatkan tim disiplin,” terangnya. (eka/mie)