Bau Masih Dikeluhkan, Warga Desak Bersihkan Bahan Baku-Saluran Milik PT Hestia-CV Pattimura

TAK OPERASIONAL: Bangunan milik CV Pattimura yang berada di Desa Gempol. Meski sudah tak operasional, tempat usaha ini masih dikeluhkan warga lantaran bau yang timbul. (Foto dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL, Radar Bromo – Persoalan bau limbah di Desa Gempol, sejatinya sudah pernah dicarikan solusinya. Rabu (4/9) silam, pengelola usaha penggilingan kulit udang dan bulu ayam yakni CV Pattimura dan PT Hestia sudah dipanggil ke balai desa. Sayangnya setelah sepekan berlalu, warga masih mencium bau di lingkungan tempat usaha tersebut.

Alhasil, warga desa mendesak kepada pemilik CV Pattimura dan PT. Hestia, supaya membersihkan bahan baku dan saluran air. Desakan itu diminta segera dilakukan, meski saat ini CV Pattimura dan PT Hestia, berjanji tak lagi operasional.

Di lapangan bau tak sedap masih terasa, juga dirasakan wartawan Radar Bromo saat tiba di Kantor Desa Gempol. Kondisi ini tetap dikeluhkan oleh warga desa setempat yang terdampak.

DISKUSI: Perwakilan CV. Pattimura pengelola kulit udang pertemuan dengan perwakilan warga dan kades di Kantor Desa Gempol, Rabu (11/9) pagi. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

“Kami di pemdes, juga di dukung warga mendesak pihak pengelola secepatnya membersihkan bahan baku serta saluran limbah yang ada segera. Tanpa harus menunggu berlama-lama. Kasihan warga, masak terus-terusan harus menikmati bau tak sedap ini,” terang Kades Gempol M. Chamdi.

Dari dua gudang di dalamnya masing-masing mengelola kulit udang dan bulu ayam. Dari hasil pantauan pemdes dan juga warga lainnya, sejauh ini untuk PT Hestia pembersihannya sudah berjalan dalam satu pekan terakhir. Itu dilakukan pascapertemuan dengan warga dikantor desa. Sebaliknya, kini tinggal di CV Pattimura saja yang belum melakukan pembersihan bahan baku maupun saluran air.

“Di sebelah timur baunya sudah berkurang, karena PT. Hestia sudah menempuh pembersihan dan saat ini masih dalam proses. Tapi sisi sebelah barat masih bau, karena dari CV Pattimura belum melakukan pembersihan sama sekali,” ungkapnya.

Terpisah, Surya, perwakilan dari CV Pattimura, lebih banyak diam dan pelit komentar saat ditemui di kantor desa, Rabu (11/9). “Pembersihan saluran air tempat pembuangan limbah, juga evakuasi bahan baku pasti kami lakukan. Mau kami awali dan butuh waktu,” cetusnya. (zal/fun)