Tukar Guling dan Pemanfaatan Lapangan Pacuan Kuda Ledug Mengambang

PRIGEN, Radar Bromo – Rencana tukar guling untuk pengembangan lapangan pacuan kuda, hingga kini kian tak jelas. Rencana untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi wisata alternatif dan lapangan pacuan kuda bertaraf internasional, seakan jalan di tempat. Sehingga lahan yang ada mangkrak, dan kondisinya masih tetap seperti dulu.

“Tukar gulingnya belum tuntas, secara otomatis pemanfaatan lahannya untuk wisata juga mengambang,” beber Camat Prigen Mujiono.

Lebih lanjut ia katakan, pihak investor sudah menyiapkan lahan pengganti sekitar 25 bidang. Untuk tukar guling dengan lapangan pacuan kuda, merupakan akses milik pemkab. Tapi nyatanya, status lahan penggantinya masih atas nama pemilik tanah yang lama. Belum ada yang berpindah status menjadi aset pemkab.

“Faktanya seperti itu di lapangan hingga sejauh ini. Kami sudah bertemu dengan pihak investor, ternyata terkendala pada pendanaan. Maka tak heran, jika proses tukar gulingnya tak tuntas,” katanya.

Karena tukar gulingnya belum tuntas 100 persen, maka lahan yang ada masih menjadi aset resmi milik Pemkab Pasuruan. Di lapangan tetap dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga masyarakat, juga latihan dan lomba pacuan kuda sifatnya tentatif.

Rencana tukar guling lapangan pacuan kuda di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen dari Pemkab Pasuruan dengan pihak ketiga atau PT. Kharisma Matahari, sudah ada sejak sekitar 1990 an lalu. Lahan tersebut, oleh pihak ketiga atau investor asal Surabaya rencananya dijadikan sebagai lapangan pacuan kuda internasional. Juga tempat wisata alternatif buatan, di sisa lahan yang ada. (zal/fun)