Sungai Wrati Tercemar, 60 Perusahaan Dipanggil Pemkab karena Dinilai Ikut Tanggung Jawab

DIGELAR TERTUTUP: Pertemuan DLH dengan 60 perusahaan, Selasa (10/9) di Gedung Segoropuro, Pendapa Kabupaten Pasuruan. Sayang, pertemuan itu dibahas secara tertutup. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN , Radar Bromo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menyikapi keluhan tentang bau busuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati, Kecamatan Beji. Selasa (10/9), DLH memanggil 60 perusahaan. Mereka tidak sekadar dipanggil. Sebanyak 60 perusahaan itu diharapkan ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan Sungai Wrati.

Mereka adalah perusahaan yang lokasinya berada di sekitar atau di sepanjang DAS Wrati. Mulai dari Beji, Bangil, Pandaan, dan perusahaan di wilayah barat.

Asisten II Pemkab Pasuruan H.M Soeharto mengatakan, pertemuan itu adalah usaha dari Pemkab Pasuruan untuk berkomunikasi dengan perusahaan di sekitar DAS Wrati. Mereka diharapkan ikut bertanggung jawab dan peduli pada kebersihan sungai Wrati.

DIKELUHKAN WARGA: Sungai Wrati yang sering dikeluhkan warga lantaran banyak limbah. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Termasuk, ikut peduli pada pencemaran di sungai Wrati yang sudah sering dikeluhkan masyarakat. Seperti bau di sungai Wrati dan sumur warga di sekitar yang tidak bisa digunakan.

“Jadi, perusahaan ini paling tidak ada tanggung jawabnya terhadap kebersihan di sungai Wrati,” terangnya di sela-sela pertemuan di Gedung Segoropuro, Pendapa Kabupaten Pasuruan.

Di sisi lain, Pemkab Pasuruan memastikan terus memantau pengolahan baku mutu limbah yang dimiliki perusahaan. Diharapkan, monitoring dari DLH dan sampling sungai Wrati rutin dilakukan. Sehingga, sungai ini bisa bersih dan tidak lagi dikeluhkan masyarakat sekitar.

Indra Hernandi, Plt kepala DLH Kabupaten Pasuruan mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu. Di antaranya, membahas sampah dan limbah di sungai Wrati.

“Sampah adalah program dari DLH. Diharapkan perusahaan mengurangi dan mengolah sampahnya. Baik limbah dan sampah lainnya. Sehingga, tidak semuanya berakhir di TPA,” terangnya.

Selain itu, dibahas juga limbah di sungai Wrati yang sudah berkali-kali dikeluhkan warga sekitar. DLH menekankan agar perusahaan mengontrol pengolahan limbah di masing-masing perusahaan.

“Jadi kami tekankan agar melakukan kontrol lagi. Yang jelek segera diperbaiki, baku mutu limbah dicek lagi. Dari DLH terus mengecek dan sidak secara berkala,” terangnya.

Pertemuan pun menghasilkan beberapa poin. Di antaranya, dilakukan bersih lingkungan bersama perusahaan, masyarakat sekitar, dan OPD terkait. Harapannya, bersih lingkungan ini bisa menumbuhkan kesadaran dan kepedulian dari pihak perusahaan dan masyarakat. Sehingga, lebih sadar menjaga lingkungan.

“Karena bau atau sampah di sungai tidak hanya dari limbah, tapi juga bisa sampah domestik. Jadi harapan kami agar ada kesadaran bersama,” terangnya.

Kapan hal itu dilakukan, Indra mengatakan, secepatnya sambil berkoordinasi dengan OPD terkait. Bersih lingkungan tak hanya dilakukan di sungai, tapi juga menyeluruh dan mendalam di perusahaan. Akan dievaluasi kembali apakah perlu kegiatan lanjutan yang berkala. (eka/hn/fun)