Semipro 2019 Berlangsung Meriah dan Sukses

CLOSING: Wali Kota Habib Hadi, dan Wawali Soufis Subri bersama Pj Sekda dan Forkorpimda menabuh beragam tabuhan menandai Closing Semipro, di Stadion Bayuangga, Sabtu (7/9). (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Rangkaian Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) ke XI tahun 2019 sukses digelar. Secara seremonial, Semipro dimulai sejak Sabtu (31/8) dan berakhir pada Sabtu (7/9) malam.

Selama seminggu itu, bukan hanya masyarakat Kota Probolinggo yang menikmati gelaran Semipro. Masyarakat luar Kota Probolinggo pun ikut menikmati beragam hiburan dan perlombaan yang digelar Pemkot Probolinggo.

 

JARAN BODHAG: Penampilan tari Jaran Bodhag saat Pawai Budaya Semipro. Jaran Bodhag merupakan Warisan Budaya Tak Benda milik Kota Probolinggo yang kini dilestarikan. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

 

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Semipro pertama di era kepemimpinan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. bersama Wakil Wali Kota Ir. H. Mochammad Soufis Subri, ini berlangsung di sejumlah titik. Semipro dipusatkan di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo.

 

KOLABORASI: Penampilan apik kolaborasi Jaran Bodhag, tari Kiprah Lengger dan Hadrah, membuat masyarakat bangga memiliki kesenian asli Probolinggo ini. (Evelyn Ridhayanti/Radar Bromo)

 

Ada 32 kegiatan dalam rangkaian Semipro 2019. Mulai festival, perlombaan, pawai budaya, olahraga, dan pameran UMKM. Untuk festival, ada Festival Ikan Asap, Festival Jaran Bodhag, hingga Festival Pencak Silat.

Untuk perlombaan, ada lomba bola voli, bulu tangkis, tenis meja, panjat tebing, drum band, renang, sampai basket ‘telok moso telok’.

 

PAWAI: 34 kontingen pawai Budaya Semipro, menjadi hiburan yang paling dinanti-nanti masyarakat kota. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

 

Pawai budaya diikuti oleh 34 kontingen, sengaja mengangkat tema ‘Pelangi Budaya Pendalungan,’ sebagai cerminan begitu kayanya kultur yang dimiliki Kota Probolinggo. Beberapa daerah sahabat juga tak mau ketinggalan ikut serta memeriahkan Pawai Budaya Sempiro. Ada dari Kabupaten Sleman, Jawa Tengah; Kabupaten Malang; Kabupaten Probolinggo; dan Kabupaten Banyuwangi.

Belum lagi, lomba dua karapan yang telah menjadi ciri khas budaya Kota Probolinggo. Yakni, Karapan Sapi Brujul dan Karapan Kambing. Selain itu, digelar pula lomba musik dan tari, musik tradisi, teater, musik Islami, paduan suara, cipta menu, foto, hingga fashion daur ulang dan fashion muslim.

 

LOMBA FOTO: Berbagai momen menarik di ajang Semipro dimanfaatkan betul oleh Pemkot Probolinggo dengan menggelar Lomba Foto Semipro. Dengan lomba foto itu, diharapkan bisa mengabadikan momen dan promosi agenda wisata. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

 

Semipro digelar Pemkot Probolinggo sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Dengan mempromosikan budaya asli kota Probolinggo ini ke tingkat nasional, bahkan ke seluruh penjuru dunia, sama artinya menarik wisatawan untuk datang ke Kota Probolinggo.

Harapannya, perekonomian di Kota Probolinggo pun semakin meningkat, begitu pula dengan kesejahteraan masyarakat kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berharap, gelaran Semipro tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini. “Mohon doanya. Kami hanya berikhtiar, semua ini semata-mata demi masyarakat Kota Probolinggo yang lebih baik,” harapnya. (el/*)