Polda Jatim Bantu Penyelidikan Kecelakaan Maut di Karangpranti

PAJARAKAN, Radar Bromo – Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jatim dilibatkan dalam penyelidikan laka maut di Jalan Raya Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Selasa (10/9) bersama Satlantas Polres Probolinggo, tim TAA datang langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

Tim tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Laka Subdit Gakum Ditlantas Polda Jatim Kompol Herry Setyo Susanto. Saat melakukan olah TKP, arus lalu lintas di jalan raya Pajarakan sempat dihentikan sementara. Baik dari arah barat dan dari arah timur.

Tim TAA melakukan pengukuran dan juga memotret lokasi kejadian. Bahkan, mereka juga melakukan pemotretan dengan alat khusus yang nantinya akan menghasilkan sebuah animasi dari insiden laka menonjol itu.

DITANDAI: Selain olah TKP, Polda yang mengerahkan tim Traffic Accident Analysis juga membawa alat untuk mencari fakta. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Tim tersebut melakukan olah TKP sekitar satu jam. Selain menggunakan alat khusus mereka juga menggunakan drone untuk mengambil gambar dari atas.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo mengatakan, datangnya tim TAA itu untuk membantu penyelidikan atas kejadian laka yang mengakibatkan tiga orang tewas tersebut. Menurut kasat, dengan adanya tim tersebut, bisa mengungkap fakta fakta baru dalam kasus itu.

“Kami melibatkan Polda dalam penyelidkan kasus kecelakaan Minggu (8/9). Hasil dari olah TKP pada hari ini akan dibuat animasi oleh pihak tim TAA,” katanya saat mendampingi tim TAA ketika melakukan oleh TKP.

Pria yang akrab disala Sigit itu menjelaskan, hasil sementara dari kejadian itu belum bisa dijelaskan. Pihaknya, masih akan melakukan gelar perkara terlebih dulu. Kasat hanya menyebut, olah TKP bersama Polda Jatim, untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan kecepatan kendaraan, sesaat sebelum kejadian.

“Hasilnya nanti akan diinput. Kemudian dilanjut dengan menganalisa bagaimana kencangnya kendaraan menghantam kendaraan lain di depannya itu,” ungkapnya.

Selain faktor dari pengemudi mobil, apakah ada faktor alam dalam kecelakaan itu? Sigit menegaskan tidak ada. Menurutnya, faktor alam atau lingkungan pada saat kejadian aman. “Untuk faktor lingkungan aman. Dugaannya sementara sopir mengantuk,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Insiden kecelakaan hingga menyebabkan korban tewas terjadi Minggu (8/9) pagi. Sebuah mobil Toyota Agya yang ditumpangi satu keluarga asal Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, menabrak truk parkir. Akibat kecelakaan itu, tiga orang di antaranya tewas.

Kecelakaan itu terjadi pukul 04.15, di Jalan raya Pajarakan, tepatnya di Karangpranti. Insiden melibatkan mobil Toyota Agya bernopol N 1671 NE, dengan truk tronton L 8762 UB yang dikemudikan Wawan Syahputra, warga Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Kerasnya tabrakan kedua kendaraan itu, membuat bodi mobil Agya sebelah kiri ringsek. Bahkan, satu keluarga yang kebetulan duduk di bangku sebelah kiri, tewas di tempat. Mereka yaitu Syamsul Arifin, 25, Siti Nurul Istiqomah, 26, dan Malikal Bilqis Sabrina Shaki, 3. Seluruhnya merupakan warga Randujalak, Besuk. (sid/fun)