Dishub Lebih Intensif Pantau Parkir untuk Atasi Jukir Liar

LEBIH SERIUS: Petugas Dishub Kota Pasuruan memantau salah satu daerah rawan jukir di liar di depan Stadion Untung Suropati, beberapa waktu lalu. (Foto: Dishub Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo – Temuan adanya juru parkir (jukir) liar menjadi pelajaran berharga bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan. Karenanya, mereka meningkatkan pengawasannya. Setiap titik rawan jukir liar, dipantau secara intensif siang dan malam.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang. Karenanya, pihaknya kini rutin memantau sejumlah titik parkir nonberlangganan.

Di antaranya, di depan Stadion Untung Soropati, depan Sandang Ayu, sisi barat alun-alun, sisi selatan alun-alun, sisi timur alun-alun, dan di Jalan Panglima Sudirman depan Elkana. Karena kondisinya sangat padat, sejumlah lokasi ini dinilai rawan terjadi parkir liar.

“Kami tidak ingin ada parkir liar. Jadi, kami terjunkan petugas secara bergantian sebanyak 10 orang di sejumlah titik yang dianggap rawan. Pemantauan ini intensif pada pagi dan malam hari,” ujarnya.

Andri menjelaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak jika diketahui ada oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) pada masyarakat. Sebab, penarikan ini tidak diperbolehkan karena sudah ada pembebasan parkir non berlangganan.

“Kami akan rutin melakukan operasi dan pemantauan. Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh ulah oknum jukir, mereka bisa melaporkan pada kami,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengaku, menyambut positif upaya Dishub. Pihaknya berharap pemantauan ini berkelanjutan dengan menggandeng seluruh stakeholder terkait. “Yang perlu diperhatikan itu, dilakukan secara kontinyu. Tentu harus ada sosialisasi tentang pemahaman parkir non berlangganan pada jukir,” ujarnya.

Diketahui, Rabu (4/9), Dishub bersama Satpol PP Kota Pasuruan menggelar operasi gabungan. Hasilnya, mereka menemukan jukir dan pedagang kaki lima (PKL) liar. (riz/rud/fun)