Penyidik Masih Akan Periksa Sopir Agya Kecelakaan Maut Karangpranti

RUSAK PARAH: Mobil Toyota Agya yang dikemudikan Maman Afandi rusak parah setelah menabrak truk parkir di Jalan Pantura, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Minggu (8/9). (Dok. Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut di Jalan Raya Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, masih terus diselidiki. Senin (9/9), Satlantas Polres Probolinggo belum menetapkan tersangkanya.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda Nyoman Harayasa mengatakan, pihaknya telah memeriksa empat saksi. Di antaranya ada sopir dan kernet truk tronton yang ditabrak korban. Serta, pemilik warung di sekitar lokasi kejadian dan warga yang diduga melihat langsung kejadian tersebut. “Mereka yang kami periksa sebagai saksi. Yaitu, yang diduga mengetahui kejadian secara langsung,” ujarnya.

Nyoman mengaku, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan tersangka dalam kasus kecelakan yang menewaskan satu keluarga ini. Karenanya, pihaknya masih terus mengumpulkan saksi dan bukti. “Belum ada tersangka. Kami masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi tambahan,” ujarnya.

Sedangkan, sopir mobil Agya, Maman Afandi, 21 dan istrinya, Yunifah Dian Anggraini, belum diperiksa. Sebab, pasangan suami-istri itu masih shock. “Belum (diperiksa). Kasihan baru kena musibah,” ujar Nyoman.

Ditanya mengenai indikasi tersangka, Nyoman mengatakan, mengarah kepada Maman. Dia dianggap lalai. Sebab, dalam kondisi mengantuk memaksakan diri tetap menyetir. Sehingga, menyebabkan kecelakaan. “Indikasinya ke sopir. Ini masih kami dalami. Besok (hari ini) kami akan melakukan gelar perkara. Ini nanti menentukan siapa yang akan jadi tersangka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (8/9) pagi, sebuah Toyota Agya menabrak truk parkir di Jalan Pantura, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan. Mobil yang melaju dari barat itu dikemudikan Maman Afandi. Selain Maman, di dalam mobil itu juga ada istrinya, Yunifah Dian Anggraini.

Selain mereka, juga ada pasutri Syamsul Arifin, 25 dan Siti Nurul Istiqomah, 26. Mereka membawa anaknya yang masih berusia 3 tahun, Malikal Bilqis Sabrina Shaki. Satu keluarga ini tercatat sebagai warga Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Akibat kecelakaan itu, Syamsul Arifin dan Siti Nurul Istiqomah meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan, Malikal Bilqis Sabrina Shaki meninggal sesaat setelah menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. (sid/fun)