Pembuatan KIA di Kab Pasuruan Tunggu Kejelasan P-APBD

BANGIL, Radar Bromo – Rencana pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) mengambang. Hal itu menyusul belum jelasnya pengesahan perubahan APBD (P-APBD) 2019.

Awalnya, Pemkab Pasuruan merencanakan pengadaan blangko untuk KIA di akhir tahun. Kenyataannya, APBD Perubahan belum terbahas. Sehingga, anggaran untuk merealisasikan rencana itu juga belum tersedia.

“Kami rencananya akan mengusulkan peralatan cetak dan blangko KIA di P-APBD 2019. Tapi sayangnya, hingga sekarang kan P-APBD belum direalisasikan,” ujar Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko.

Yudha –sapaannya- menguraikan, biaya untuk pengadaan peralatan cetak dan blangko KIA cukup besar. Untuk satu alat cetak misalnya, bisa membutuhkan dana Rp 40 juta. Sementara kebutuhannya, paling tidak lima alat cetak.

Belum lagi untuk pengadaan blangkonya. Dibutuhkan dana sekitar Rp 200 juta. Sementara, dana itu tidak tersedia di APBD induk 2019. Sehingga, awalnya diusulkan di P-APBD.

“Kalau memang tidak ada perubahan anggaran, maka tidak bisa kami realisasikan tahun ini. Kemungkinan baru bisa tahun depan,” sambungnya.

Dikatakan Yudha, pencetakan KIA merupakan amanat Permendagri Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Anak yang kurang dari 17 tahun, perlu memiliki KIA sebagai bukti resmi diri.

Hampir semua kota dan kabupaten di Jawa Timur sudah memberlakukan KIA. Hanya menyisakan beberapa daerah, termasuk Kabupaten Pasuruan. (one/mie)