Gerindra Bentuk Tim Investigasi soal Dugaan Ijazah Palsu Kadir

PAJARAKAN, Radar Bromo Kasus dugaan ijazah palsu milik anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir terus bergulir. Penyidik Polres Probolinggo masih terus menyelidikinya. Sedangkan, DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo telah membentuk tim investigasi.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi enggan berkomentar banyak terkait kasus ini. Alasannya, enggan menambah kegaduhan. Karenanya, ia memilih pasif dibanding memberikan pernyataan kepada awak media. “Kami serahkan kepada proses hukum. Kami tidak mau banyak komentar,” ujarnya.

Menurutnya, jika pihaknya berkomentar mengenai dugaan-dugaan yang muncul dalam kasus ini, maka akan menimbulkan kegaduhan baru. Sehingga, semua itu akan merugikan pihaknya. “Karena itu, kami memilih mengikuti proses hukum saja,” ujarnya.

Namun, Jon mengatakan, sejatinya DPC Gerindra telah membentuk tim investigasi dalam kasus ini. Namun, hasil investigasi tim itu tidak untuk konsumsi publik. Menurut Jon, itu hanya untuk konsumsi internal partai.

Ketika ditanya perihal adanya petinggi partai berinisial JH dalam kasus ini, Jon mengaku tidak tahu. Ia kembali menegaskan, memilih mengikuti proses hukum. Soal pihaknya yang dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi, ia membenarkan. “Insyaallah, itu lawyer saya nanti yang tahu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Probolinggo menduga adanya petinggi partai dalam kasus ijazah palsu milik anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir. Itu, didapat setelah penyidik meminta keterangan tujuh orang saksi. Termasuk terlapor Abdul Kadir, anggota DPRD dari Partai Gerindra.

Polisi menyebut petinggi partai itu berinisial JH. Karenanya, penyidik berencana memanggil petinggi partai tersebut. Namun, sampai Senin (9/9) penyidik belum bersedia membeberkan siapa petinggi partai berinisial JH tersebut. (sid/fun)