Sopir Agya Berpotensi jadi Tersangka Penyebab Kecelakaan Maut di Pajarakan

OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP di Jalan raya Pajarakan usai insiden kecelakaan yang menewaskan 3 orang. Inset, mobil Toyota Agya yang dikendarai korban. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, bertindak cepat guna mengungkap penyebab laka di Karangpranti, Kecamatan Pajarakan. Indikasi sementara, penyebab laka itu karena sopir yang mengantuk.

Kanit Laka polres setempat Ipda Nyoman Harayasa mengatakan, hingga Minggu (8/9) pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti bukti mengenai kejadian itu. Tujuannya yaitu untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan satu keluarga itu.

“Sementara penyebabnya yaitu karena sopir mengantuk. Tetapi, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Pria yang akrab disapa Nyoman itu menjelaskan, pihaknya telah memintai keterangan sopir mobil Agya Maman Afandi, warga Wringinanom, Kecamatan Kuripan. Dari pengakuannya, Maman mengaku bahwa dirinya mengantuk saat mengemudi itu.

“Sudah saya periksa. Dan Maman mengaku bahwa dia mengantuk,” tandasnya.

Berdasarkan keterangan yang didapatnya itu, Maman berpotensi akan menjadi tersangka. Tetapi, untuk saat ini pihak kepolisian tidak bisa memastikannya. Nyoman mengatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dulu.

“Selain itu, kami juga akan mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi yang ada di lokasi,” jelasnya.

Maman sendiri Minggu itu hanya mengalami luka ringan. Ia mengalami luka lecet di bagian kaki dan bahu sebelah kanan. Saat diwawancarai, Maman mengaku seusai bekerja di Sidoarjo pukul 23.00. Kemudian, lantas bersama keempat orang lainnya berangkat menuju Probolinggo.

“Saat di perjalanan sempat beristirahat sebentar. Tetapi, saat itu saya tidak tidur,” katanya lirih. Dia seakan syok atas kejadian yang menimpa dirinya itu. Ia juga mengaku bahwa sejak awal perjalanan, ia sudah berhenti tiga kali.

Tidak lama setelah beristirahat, mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Mereka terlebih dulu hendak menuju ke Randujalak. Apes, saat tiba di jalan raya masuk Desa Krangpranti, Pajarakan, mobil yang dikemudikannya menghantam truk parkir di sebelah kiri bahu jalan.

“Saya tidak ingat sudah saat itu,” terangnya. (sid/fun)