Usaha Pembuatan Tape di Desa Sedarum yang Bahan Bakunya Diambil di Ladang Sendiri

Jumlah usaha kecil dan menengah yang digeluti oleh masyarakat Desa Sedarum, Kecamatan Nguling. Salah satunya usaha pembuatan tape. Usaha ini dapat ditemui di Dusun Sumur Sawah. Tape ini dijual hingga ke luar Desa Sedarum.

—————-

Seorang wanita tampak meletakkan pohong yang sudah dipotong secara simetris. Potongan pohong itu lantas diletakkan di atas wadah. Tak lama kemudian, wanita tersebut menaburi ragi di atas potongan itu. Selanjutanya, wadah itu pun ditutup dengan menggunakan daun pisang.

“Ini sengaja ditutup. Biar proses peragiannya tetap steril dan saat sudah dimatang, langsung bisa dikonsumsi,” ungkap Aminah, salah satu pelaku usaha pembuatan tape yang ada di Desa Sedarum.

Aminah menjelaskan, usaha tape yang digelutinya sudah dilakoni sejak tahun 2017 lalu. Usaha ini tidak terlepas dari ladang singkong yang dimilikinya. Cara membuat tape ini didapatkan dari belajar secara otodidak dengan melihat tutorial di televisi.

“Hitung-hitung untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Toh, bahan baku sudah ada. Jadi kami hanya tinggal membeli raginya saja,” jelasnya.

Ia menyebut hasil pembuatan tape miliknya ini dijual ke warga setempat dan Pasar Nguling. Untuk satu kilonya dibanderol sekitar Rp 15 ribu. Dalam sehari, ia bisa menghasilkan tape sebanyak 10 kilogram. Jumlah ini bisa berlipat jika ada yang memesan.

“Selain menjual ke warga sekitar atau pasar tradisional. Kami juga kerap menerima pesanan dari warga. Tentunya harganya tidak dibedakan,”sebut Aminah.

Kades Sedarum, Fathul Munir menjelaskan ada sekitar dua orang warga di Desa Sedarum yang menjadi pembuat tape. Semuanya berada di Dusun Sumur Sawah. Mereka menggunakan modal sendiri untuk pengembangan usaha mereka.

“Tentunya pemdes sangat mengapresiasi banyaknya warga yang mandiri. Kami sendiri kerap kerja sama dengan Pemkab untuk meningkatkan skill mereka melalui pelatihan wirausaha,” terang Fathul.

Dengan usaha ini, paling tidak akan menjadi contoh bagi warga lainnya untuk ikut mengembangkan usaha. Dengan begitu, perekonomian masyarakat bisa berkembang.

Bahan baku singkong yang banyak ditanam warga di desa, maka tanaman umbi-umbian ini tak hanya sekedar dikonsumsi dengan cara konvensional. Bukan tidak mungkin, setelah tape, akan ada usaha olahan singkong lainnya. (riz/fun)