Motor Penjual Rujak di Sumbertaman Digondol Pembeli, Dijual di FB

WONOASIH, Radar Bromo – Apes menimpa Sulis Ernawati, 33, penjual rujak asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Motornya digondol seorang pembelinya, NG, Kamis (5/9) pagi.

Sulis mengaku, NG merupakan pelanggan tetapnya. Pada Kamis, pukul 09.00, NG yang bekerja sebagai pemborong datang untuk membeli rujak. Tak lama setelah itu, NG meminjam motor Honda Vario nopol N 6875 SM milik Sulis. “Jadi, NG ini pinjam motor untuk mengambil uang di ATM,” kata Sulis.

Sayangnya hingga 30 menit, motornya tidak juga kembali. Padahal, jarak rumah Sulis dengan ATM berdekatan. Karena itu, Sulis berinisiatif mengecek motornya ke ATM.

“Saya bawa motor satunya untuk melihat ke ATM. Soalnya hingga 30 menit, motor itu tidak kembali,” tambahnya pada Jawa Pos Radar Bromo di Mapolresta.

Rupanya kegelisahan itu terjawab. NG beserta motor miliknya tidak berada di sekitar ATM. Sehingga, Sulis memutuskan untuk kembali dan melaporkan kejadian tersebut kepada suaminya.

“Saya tahu rumahnya. Jadi, saya datangi rumahnya. Namun orang tuanya memasrahkan ke saya. Sebab dari cerita orang tuanya, perbuatan itu sering dilakukan,” ungkap Sulis.

Kamis itu pukul 18.00, Sulis melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta. Namun, pihak SPKT meminta Sulis kembali keesokan harinya. Sebab, waktu kehilangan belum 1×24 jam.

Sekitar pukul 21.00, ia mengetahui motornya sudah terjual seharga Rp 4 juta. Itu, diketahui Sulis, karena motor tersebut di-posting oleh seseorang di facebook.

“Saya cek kondisi motor di fotonya dan juga pelat nomornya, itu punya saya. Setelah saya telusuri motor itu laku ke orang Krucil,” terang perempuan dua anak itu.

Keesokan harinya, Jumat (6/9) siang ia bersama dengan suaminya datang ke Mapolresta untuk melaporkan kejadian tersebut. Selain itu, ia juga membawa bukti posting-an motornya beserta BPKB motor tersebut. “Untuk STNK-nya ada di jok motornya, kebawa oleh NG. Pada saat dijual di sana tertera motor STNK-an saja,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto melalui sambungan selular mengatakan, akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami terima dan kita telusuri dulu. Kalau pinjam tapi tidak kembali dan dijual, itu bisa penggelapan. Tapi kami selidiki dulu,” singkatnya. (rpd/hn)